Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ182 Dapat Total Santunan Rp1,75 Miliar

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 20 Januari 2021 16:12
Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ182 Dapat Total Santunan Rp1,75 Miliar
Ditambah lagi kompensasi ganti rugi senilai Rp1,25 miliar dari maskapai.

Dream – Ahli waris korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 mendapatkan santunan dengan total mencapai Rp1,75 miliar. Santunan itu berasal dari asuransi Jasa Raharja senilai Rp50 juta dan kompensasi dari maskapai Rp1,25 miliar.

“ Baru saja kita saksikan penyerahan santunan, baik dari Jasa Raharja sebesar Rp50 juta per penumpang dan juga santunan dari Sriwijaya sebesar Rp1,25 miliar,” kata Presiden Joko Widodo ketika mengunjungi posko pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Rabu 20 Januari 2021.

Sekadar informasi, maskapai Sriwijaya Air wajib memberikan kompensasi ganti rugi senilai Rp1,25 miliar per orang kepada keluarga korban merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menambahkan santunan diberikan kepada ahli waris setelah keluarga korban memenuhi persyaratan. Keluarga di antaranya korban harus melengkapi surat yang menunjukkan ahli waris yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat.

“ Asuransi juga telah menyerahkan santunan sebanyak Rp50 juta kepada keluarga korban sebanyak 36 orang dan secara parallel Sriwijaya telah menyiapkan penyerahan uang asuransi sebanyak Rp1,25 miliar,” kata Budi Karya.

1 dari 4 halaman

Geger Tanda SOS di Pulau Laki Dekat Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182

Dream - Musibah jatuhnya pesawat Boeing 737-500 milik maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 masih menyisakan misteri. Tim investigasi masih mencari tahu penyebab pesawat yang mengangkut 50 penumpang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Sriwijaya Air SJ 182 dinyatakan hilang kontak pada 14.40 WIB. Pesawat ini jatuh di kawasan perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Di tengah upaya pencarian tim SAR gabungan, warganet baru-baru ini dihebohkan dengan klaim munculnya tanda S.O.S dengan titik berada di Pulau Laki. Saat membuka Google Earth, lalu mengarahkan ke Pulau Laki, akan muncul di layar gambaran pulau yang masih cukup hijau tersebut.

Tanda itu berada di koordinat Pulau Laki bukan di perairan tempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air-SJ182.   

Kabar ini langsung ramai di media sosial Instagram, salah satunya diunggah oleh akun @lambe_turah yang mengunggah ulang video milik akun TikTok @Myworst13.

" Awalnya penasaran karena banyak yang liat Pulau laki, karena ada yang aneh. Terus gua cek via google Earth eh ternyata bener ada. Tapi gua agak beda, yang lain tolong kami, kalo gue SOS," tulis pengguna tersebut.

2 dari 4 halaman

Titik SOS

Titik dengan warna merah atau hijau di beberapa aplikasi Google Earth milik warganet itu merupakan Save Our Souls (SOS) Alert, yang bermakna meminta pertolongan. SOS Alert berisi informasi darurat yang lebih mudah diakses selama terjadi bencana besar.

Saat diklik, warganet mengklaim akan muncul nomor pusat informasi Sriwijaya Air yang dapat digunakan untuk menghubungi maskapai tersebut.

Tidak hanya itu, ada pula informasi terkait perkembangan terkini terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air melalui laman hasil pencarian insiden Sriwijaya Air SJY 182 tersebut.

 

3 dari 4 halaman

Lapor ke Basarnas

Warganet yang mengetahui hal ini lantas ramai-ramai melaporkan kepada pihak bersangkutan seperti kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Bassarnas), di Twitter maupun Instagram.

" yang lagi rame di bahas di medos mungkin tim Basarnas atau pihak terkait bisa membantu menjelaskan atau memberi keterangan kenapa di Pulau Laki terdapat sinyal #SOS sampai sekarang. Apakah ada hubungannya dengan insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya," ujar salah satu netizen.

" Ya Allah kalau betul la SOS dekat Pulau Laki itu survivor Sriwijaya Air tu memang suatu keajaiban," tutur yang lain.

Namun banyak juga yang meragukan kebenaran soal tanda SOS tersebut, pasalnya bisa saja tanda tersebut dibuat oleh seseorang yang iseng menggunakan Fake GPS.

" semoga ga pake fake gps trus nitik in disana, skrng banyak yang iseng soalnya demi konten, kalo itu hoax tolong yang update pertama x di periksa," tulis akun netizen.

4 dari 4 halaman

Video

Hingga kini, dari pihak Google Earth dan Basarnas sendiri belum memberikan klarifikasi atas upaya pemberian sinyal SOS di Pulau Laki.

Pulau Laki sendiri merupakan sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Seribu. Pulau ini menjadi perhatian dunia pada 9 Januari 2021 lalu saetelah pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengalami kecelakaan yang lokasinya dekat dengan pulau ini.

      View this post on Instagram      

A post shared by OFFICIAL LAMBE TURAH ENTRNT (@lambe_turah)

 

 

Beri Komentar