Ahok Beber Gaji dan Bonus di Pertamina, Ada BUMN Dapat Lebih Besar!

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 18 Agustus 2020 11:47
Ahok Beber Gaji dan Bonus di Pertamina, Ada BUMN Dapat Lebih Besar!
Sekali menerima gaji, Ahok bisa membeli Avanza baru.

Dream - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok blak-blakan tentang penghasilannya selama bekerja di PT Pertamina (Persero). Di BUMN terbesar Indonesia itu, Ahok saat ini menjabat sebagai komisaris utama (Komut).

Diundang sebagai naras sumber dalam konten #BertemuIndonesia yang ditayangkan di Youtube Najwa Shihab, Ahok menjawab rasa penasaran Najwa tentang penghasilannya sebagai Komut Pertamina.

" Gaji Rp170 juta-lah kira-kira," kata Ahok dikutip Dream dari akun Youtube Najwa Shihab, Selasa, 18 Agustus 2020.

Selain gaji, Ahok mengungkapkan setiap direksi dan komisaris Pertamina juga mendapatkan tantiem setiap tahunnya. Ahok tak menjawab kabar soal komisaris Pertamina yang mendapat tantiem sampai 50 kali gaji.

 

 

1 dari 5 halaman

Tantiem Pertamina Kalah dari BUMN Ini

Ahok hanya mengungkapkan jika informasi yang beredar menyebutkan seorang dirut Pertamina dahulu bisa mendapatkan tantiem sampai Rp25 miliar.

" Yang bank (BUMN) lebih besar lagi, lebih gila lagi," katanya.

Secara khusus Ahok bahkan membuka rahasia jika tantiem yang diterima direksi PLN lebih besar dibandingkan Pertamina.

" Tapi ini nggak pernah dibuka ke publik," ujarnya.

(Sah)

2 dari 5 halaman

Harta Kekayaan Ahok Rp25 M, Tak Punya Mobil dan Utang

Dream - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) mulai bebas murni hari ini, Kamis 24 Januari 2019. Sebelum melangkah ke ring politik, Mantan gubernur DKI Jakarta yang sering disapa Ahok itu berprofesi sebagai seorang pengusaha.

Latar belakang sebagai pengusaha membuat harta kekayaan Ahok memang cukup lumayan. Sebagai pejabat negara, Ahok juga wajib melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Harta kekayaan terbaru yang dilaporkan Ahok dibuat pada 2017 lalu. Kala itu Ahok maju dalam pertarungan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. 

Dikutip dari laman KPK, Kamis 24 Januari 2019, pria yang minta dipanggil BTP melaporkan harta kekayaannya pada 21 September 2016 mencapai Rp25.655.887,46 miliar. Ahok juga memiliki uang dalam bentuk valuta asing (Valas) senilai US$7.228 sekitar Rp102,28 juta untuk kurs saat ini.

Angkanya meningkat dari November 2014 yang sebesar Rp21.302.079.561 dan valas US$3.749 (Rp53,05 juta).

Menariknya, dari laporan kekayaan yang diserahkan kepada KPK, BTP sama sekali tidak memiliki utang. Dalam laporan kekayaannya itu, Ahok juga tak melaporkan harta berupa mobil.

BTP hanya punya harta bergerak berupa peternakan yang berisi 18 ekor sapi. Peternakan ini senilai ratusan juta rupiah.

Ayah tiga anak ini memiliki harta yang mayoritas berupa tanah dan bangunan. Dia memiliki sapi dan logam mulia.

Berikut ini adalah rincian harta BTP.

3 dari 5 halaman

Harta Tak Bergerak

1. Tanah seluas 18 ribu meter persegi di Belitung Timur dari hasil sendiri perolehan dari tahun 1999 sampai 2001 senilai Rp180.000.000.

2. Tanah seluas 18 ribu meter persegi di Belitung Timur dari hasil sendiri perolehan dari tahun 1999 sampai 2001 senilai Rp180.000.000.

3. Tanah seluas 18 ribu meter persegi di Belitung Timur dari hasil sendiri perolehan dari tahun 1999 sampai 2001 senilai Rp180.000.000.

4. Tanah seluas 18 ribu meter persegi di Belitung Timur dari hasil sendiri perolehan dari tahun 1999 sampai 2001 senilai Rp180.000.000.

5. Tanah seluas 18 ribu meter persegi di Belitung Timur dari hasil sendiri perolehan dari tahun 1999 sampai 2001 senilai Rp180.000.000.

6. Bangunan seluas 60 meter persegi di Jakarta Utara dari hasil sendiri perolehan tahun 2009 senilai Rp678.090.000.

7. Tanah seluas 1.245 meter persegi di Belitung Timur dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2000 sampai dengan 2001 senilai Rp58.515.000.

8. Tanah seluas 1.850 meter persegi di Belitung Timur dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2000 sampai dengan 2001 senilai Rp86.950.000.

9. Tanah seluas 292 meter persegi di Belitung Timur dari hasil sendiri, perolehan tahun 2001 senilai Rp10.512.000.

10. Tanah dan bangunan seluas 130 ribu meter persegi dan 168 meter persegi, di Belitung Timur dari hasil sendiri perolehan dari tahun 1999 sampai dengan 2001 senilai Rp1.501.600.000.

11. Tanah dan bangunan seluas 200 meter persegi dan 272 meter persegi, Jakarta Utara dari hasil sendiri perolehan dari tahun 1991 sampai dengan 1995 senilai Rp2.358.400.000

12. Tanah dan bangunan seluas 527 meter persegi dan 510 meter persegi di Jakarta Utara yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2011 senilai Rp10.936.865.000.

13. Tanah dan bangunan seluas 650 meter persegi dan 63 meter persegi, Belitung Timur dari hasil sendiri perolehan tahun 2001 senilai Rp 66.024.000.

14. Tanah dan bangunan seluas 333 meter persegi dan 42 meter persegi, di Belitung Timur yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2001 senilai Rp46.110.000.

15. Tanah seluas 297 m2 di Belitung Timur dari hasil sendiri perolehan tahun 2001 senilai Rp84.000.000

16. Tanah dan bangunan seluas 720 meter persegi dan 63 meter persegi di Belitung Timur dari hasil sendiri perolehan tahun 2001 senilai Rp64.202.000.

4 dari 5 halaman

Harta Bergerak

1. Peternakan sejumlah 18 ekor sapi yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp270.000.000.

2. Harta Bergerak Lainnya

Logam mulia, yang berasal dari hasil sendiri, warisan dan hibah perolehan dari tahun 1997 sampai dengan 2001 senilai Rp350.000.000.

Benda bergerak lainnya dari hasil sendiri dan hibah perolehan dari tahun 1997 sampai dengan 2003 senilai Rp300.000.000.

5 dari 5 halaman

Surat Berharga

1. Tahun investasi 2007, yang berasal hasil sendiri dengan nilai Rp2.380.000.000

2. Giro dan setara kas lainnya dengan total nilai Rp5.178.465.375 dan US$3.749 (Rp53,05 juta)

3. Piutang dalam bentuk pinjaman uang senilai Rp386.154.121 dan US$3.47 (Rp49,23 juta)

Beri Komentar