Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Aksi belanja jelang penutupan sukses mengangkat indeks saham syariah yang kemarin terpangkas cukup dalam. Saham sektor barang konsumen menjadi motor penggerak indeks.
Penguatan dua indeks saham syariah gagal diikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun IHSG berhasil memangkas koreksi dalam yang terjadi di sesi pembukaan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 28 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,609 poin (0,36%) ke level 167,851.
ISSI pagi ini memulai perdagangan dengan melemah ke level 166,446. HIngga sesi pertama, ISSI belum bisa beranjak dari zona merah.
Munculnya aksi beli di tengah koreksi harga saham yang cukup dalam membuat ISSI menembus teritori positif di akhir perdagangan.
Aksi jual beli saham syariah kali ini mencapai Rp 3,5 triliun dengan 30,83 miliar saham yang beralihtangan.
Pelaku pasar sukses mengangkat 89 emiten ke zona hijau. Meski ISSI masih didominasi warna merah dengan 110 emiten yang tergolek lemah.
Kembalinya aksi beli juga melanda saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) sukses menguat 2,844 poin (0,41%) ke level 701,082.
Indeks JII kali ini disokong menguatnya harga saham dari 13 emiten bluechips syariah. Sebaliknya, 14 penghuni JII lainnya masih dilanda aksi jual.
Saham UNVR kembali menjadi motor penggerak JII. Mencetak kenaikan Rp 2.425 per saham, JII memimpin daftar top gainer. Disusul AALI yang menguat Rp 275, INCO Rp 195, AKRA Rp 100, dan PTBA Rp 75 per saham.
Meski dua indeks saham syariah bergerak menguat, lantai bursa saham secara umum justru dilanda pelemahan.
IHSG sore ini ditutup melemah 3,289 poin (0,06%) ke level 5.242,157. Pelemahan IHSG dipicu koreksi harga saham dari 176 emiten. Sebaliknya, IHSG sukses membawa 142 emiten ke zona positif.
Lantai bursa kali ini sukses mentransaksikan 50,78 miliar saham bernilai Rp 6,92 triliun. Namun, pasar modal Indonesia harus kehilangan dana asing yang mencetak nett sell sekitar Rp 1,81 triliun.
Dari pasar keuangan, rupiah mulai kembali menghadapi tekanan. Sempat menyentuh level 13.016, kurs rupiah sore ini bertengger di level 12.994 per dolar AS atau melemah 21 poin (0,16%).