Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Air Zamzam memiliki tempat khusus di hati umat Islam sebagai sesuatu yang dihormati dan unik. Setiap tahun jutaan jamaah melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk umrah dan haji dari luar dan dalam negeri. Mereka selalu mencari air Zamzam sebagai oleh-oleh untuk keluarga.
Namun kadang-kadang para jamaah dan mereka yang tinggal di Saudi sendiri sering ditipu oleh penjual ilegal yang memasarkan Zamzam palsu setelah mencampurnya dengan air biasa dan menjualnya dengan harga lebih mahal.
Untuk menghentikan aktivitas ilegal ini, Perusahaan Air Nasional, di bawah Proyek Raja Abdullah untuk Zamzam, mulai memasok Zamzam kemasan yang disegel di bandara sehingga jamaah bisa mmbelinya secara aman tanpa takut tertipu dengan ketentuan maksimal pembelian lima liter dengan harga 9 riyal.
Seperti dikutip dari Arab News, Sabtu, 17 April 2015, wisatawan dan jamaah dapat membeli air di bandara tetapi mereka harus menunjukkan paspor mereka untuk membeli air Zamzam dan hanya diperbolehkan satu botol per paspor.
Jamaah haji asal Jeddah Hasan Ahmed mengatakan kepada Arab News bahwa baru-baru ini polisi menggerebek sebuah pabrik di Mekah yang digunakan untuk memproduksi Zamzam palsu.
Setelah membaca berita tentang air Zamzam palsu di media sosial, Ahmed memutuskan untuk membeli botol Zamzam resmi di bandara.
"Aku pergi untuk membeli Zamam di bandara tapi kecewa karena orang di stan menolak untuk menjualnya kecuali aku menunjukkan paspor. Karena aku bukan wisatawan, aku tidak memiliki paspor," kata Ahmed.
Jamaah lainnya, Hafiz Abdulrhman, mengatakan ia bisa membawa air Zamzam dari Mekah tetapi maskapai tidak akan mengizinkan dia check-in karena kemasan air Zamzam yang dibawanya tidak tertutup atau dibungkus dalam kotak.
"Aku datang dari Riyadh tanpa membawa paspor. Dalam situasi seperti ini, aku tidak dapat mengambil Zamzam kembali saat mereka meminta paspor. Mengenai satu botol Zamzam per paspor - itu tidak adil. Sebelumnya, jamaah diizinkan membawa 10 liter dan sekarang mereka hanya boleh membawa lima liter. Banyak datang ke sini hanya sekali dalam hidup mereka," katanya.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
