Untungkah Cryptocurrency Buat Investasi Masa Depan?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 12 Juli 2019 11:27
Untungkah Cryptocurrency Buat Investasi Masa Depan?
Salah satunya nilai dan kemudahan transaksi yang ditawarkan oleh jenis `uang` ini.

Dream - Cara orang berpikir dan menggunakan uang terus berubah. Kini, orang-orang melirik digital sebagai sarana transaksi. 

Tren ini ditangkap para pelaku industri teknologi dengan menciptakan mata uang virtual. Mereka menciptakan " aset" yang hanya berwujud di internet.

Di Indonesia, mata yang yang disebut cryptocureency ini memang masih awam. Survei terbaru bahkan menyebut hanya 1 dari 10 orang di dunia yang mengetahui cara kerja uang virtual ini.

Kamu, para generasi milenial mungkin sudah bersentuhan dengan jenis mata uang baru ini. Pertanyaannya, layakkah aset digital ini digunakan sebagai investasi untuk masa depan?

 Untungkah Cryptocurrency Buat Investasi Masa Depan?

General Manager Luno, David Low, mengakui generasi milenial masih sibuk menabung daripada menggunakan uang untuk investasi. Berdasarkan riset perusahaan, sebanyak 69 persen kaum milenial Indonesia tak memiliki strategi investasi.

“ Seiring dengan pertumbuhan yang dialami populasi milenial, baik dalam produktivitas maupun usia, mereka perlu untuk mulai mencari cara menginvenstasikan uang mereka” ujar David di Jakarta, Kamis 11 Juli 2019.

1 dari 5 halaman

Kelebihan Mata Uang Virtual

Selain produk investasi konvensional, David menjelaskan salah satu instrumen investasi yang bisa dipelajar adalah uang digital seperti Bitcoin dan Ethereum. Dua mata uang virtual ini diklaim bisa mempermudah dan mempercepat transaksi.

Untuk yang bertujuan investasi, mata uang ini bisa memberikan nilai tambah bagi penggunanya.

Nilai mata uang ini bisa terus meningkat. Bitcoin, misalnya, bisa mencapai Rp170 juta sekepingnya. Harga bitcoin kembali merekah setelah mata uang digital, Libra, dirilis oleh Facebook.

Dengan kelebihan itu, kata dia, aset kripto bisa mengubah pemikiran kaum milenial dalam menggunakan uangnya.

“ Tidak hanya uang tambahan, melalui aset kripto mereka juga akan memperoleh kebebasan finansial dalam jangka panjang," kata dia.

Untuk investasi uang digital, David menawarkan Luno. Dia menyebut platform ini mempermudah orang-orang untuk membeli, menyimpan, dan mempelajari uang digital.

" Luno telah memiliki lebih dari 2,5 juta pelanggan," kata dia.

(Sah, Laporan: Alfisalima Puteri)

2 dari 5 halaman

Harga Bitcoin Meroket, Satu Koin Dijual Rp155 Juta

Dream – Setelah setahun lebih, harga jual bitcoin melezat. Saat ini, harga uang virtual itu hingga mencapai US$11 ribu atau sekitar Rp155,58 juta.

“ Bangkitnya bitcoin ini sungguh luar biasa,” kata Chief Executive and Cofounder KR1 Plc—sebuah perusahaan investasi blockchain dan cryptocurrency, George McDonaugh, dikutip dari Bloomberg, Selasa 25 Juni 2019.

“ Uang takkan meninggalkan aset di belakang. Dia hanya duduk di belakang sambil menunggu waktu untuk kembali,” kata dia.

 

 

Sekadar informasi, cryptocurrency memiliki pegerakan terbesar pada akhir 2017. Kala itu, nilainya mencapai US$19.500 (Rp275,98 juta) sebelum merosot pada 2018.

Uuang berlogo “ B” yang dilarang di beberapa negara ini sempat merosot hingga US$3.300-US$4.100 (Rp46,67 juta—Rp57,98 juta) per koin.

Hasil studi Indexica menunjukkan ada tiga pendorong nilai Bitcoin meroket. Pendorong-pendorong ini adalah pembicaraan yang kompleks tentang Bitcoin, sedikit kekhawatiran terhadap uang digital, serta pergeseran pembicaraan bitcoin masa lampau dan masa kini.

3 dari 5 halaman

Didorong Libra

Berbeda dengan tahun sebelumnya, ada tanda-tanda minat terhadap uang digital dan Bitcoin kembali muncul. Dirilisnya uang virtual Facebook, Libra, ditengarai jadi pemicunya.

Raksasa teknologi ini bekerja sama dengan Visa Inc sampai Uber Technologies untuk mengembangkan sistem blockchain dan crytocurrency ini.

“ Munculnya Libra adalah memvalidasi ruang crypto dan mengirim semua uang digital utama lebih tinggi,” kata Kepala Strategis Pasar di Oanda Corp, Edward Moya. 

4 dari 5 halaman

Bitcoin Dapat Pesaing Berat, Facebook Bikin Uang Digital Libra

Dream - Bitcoin siap-siap kedatangan pesaing baru. Bukan perusahaan kecil, kali ini Bitcion harus siap bersaing dengan Facebook yang baru meluncurkan mata uang terbarunya, Libra.

Uang kripto ini diklaim mampu membeli dan mengirimkan uang kepada orang lain dengan biaya hampir nol.

Dilaporkan Techcrunch, dengan Libra, seorang pengguna, tanpa diketahui identitasnya, dapat membeli atau menguangkan secara online atau di toko-toko yang punya lokasi penukaran.

Rencananya, Facebook akan membangun aplikasi dompet Libra, atau Calibra. Aplikasi ini terintegrasi ke dalam WhatsApp, Messenger, dan aplikasi sendiri.

 

Hari ini Facebook merilis buku putih yang menjelaskan Libra dan testnet untuk mengetahui kekusutan sistem blockchain-nya, sebelum akhirnya peluncuran publik pada paruh pertama pada 2020.

Facebook tidak akan sepenuhnya mengendalikan Libra. Sejumlah perusahaan besar seperti Visa, Uber, dan Andreessen, turut menginvestikan dana sebesar US$10 juta untuk operasional di bawah Libra Association.

Facebook meluncurkan anak perusahaan yang juga disebut Calibra yang menangani transaksi kripto dan melindungi privasi pengguna. Perlindungan ini diklaim menghindarkan pengguna sebagai target iklan.

" Sukses akan berarti bahwa seseorang yang bekerja di luar negeri memiliki cara cepat dan sederhana untuk mengirim uang ke keluarga di rumah, dan seorang mahasiswa dapat membayar sewa semudah mereka membeli kopi," tulis Facebook dalam dokumentasi Libra.

5 dari 5 halaman

Investasi 28 Perusahaan

Dilaporkan The Block`s Frank Chaparro, ada 28 anggota asosiasi mata uang digital ini. Mereka diantaranya,

- Pembacaran: Mastercard, PayPal, PayU, Stripe, Visa
- Teknologi dan marketplace: Booking Holdings, eBay, Facebook / Calibra, Farfetch, Lyft, Mercado Pago, Spotify AB, Uber Technologies, Inc.
- Telekomunikasi: Iliad, Grup Vodafone
- Blockchain: Anchorage, Bison Trails, Coinbase, Inc., Xapo Holdings Limited
- Modal Ventura: Andreessen Horowitz, Breakthrough Initiatives, Ribbit Capital, Thrive Capital, Union Square Ventures
- Organisasi nirlaba dan multilateral, dan lembaga akademis: Creative Destruction Lab, Kiva, Mercy Corps, Women’s World Banking

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik