Bursa Efek Indonesia (ANTARAFoto.com)
Dream - Pelaku pasar kembali merasa nyaman menggelar aksi belanja. Kepastian tak adanya kenaikan suku bunga The Fed membuat sebagian besar indeks saham acuan bergerak menguat.
Tambahan amunisi dari aksi beli investor asing juga membuat indeks acuan saham syariah nyaman melaju di zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 19 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,517 poin (0,88%) ke level 173,346.
ISSI menghabiskan waktu perdagangan di zona hijau dengan posisi tertinggi di level 173,590.
Ramainya aksi beli investor menggiring 120 emiten syariah ke zona positif. Sebaliknya, 65 emiten syariah bergerak melemah dan 57 lainnya stagnan.
Aksi jual beli investor kali ini melibatkan 36,67 miliar saham bernilai Rp 4,22 triliun.
Dominasi penguatan harga saham terlihat jelas di jajaran penghuni indeks saham bluechips syariah.
Ditutup menguat 6,539 poin (0,91%) ke level 724,859, Jakarta Islamic INdex (JII) dihuni 21 emiten unggulan syariah yang bergerak menguat.
JII hanya meninggalkan enam emitan bluechips syariah di zona negatif. Sementara 3 lainnya memilih stagnan.
Sama dengan ISSI, indeks bersisi 30 saham bluechips syariah ini juga bergerak seharian di zona hijau. JII hanya sempat melemah di zona hijau ke level 723,559. Level tertingginya dicetak di posisi 726,622.
Emiten keping biru syariah langganan buruan investor menghiasi daftar pencetak top gainer. Dipimpin UNVR yang menguat Rp 800, top gainer ISSI lainnya ditempati ITMG Rp 425, SMGR Rp 150, PTBA Rp 100, dan ASII Rp 75 per saham.
Lompatan juga dialami Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) yang menguat 40.703 poin (0,75%) ke level 5.453,854. IHSG bahkan sempat menembus level tertinggi 5.461,297.
Penguatan disokong naiknya harga saham dari 200 emiten dan 110 lainnya tergerus pelemahan.
Dari pasar keuangan, rupiah juga terus bergerak naik. Sore ini rupiah terapresiasi 119 poin (0,90%) ke level 13.036 per dolar AS.
Advertisement