Bagaimana Malaikat Mencabut Nyawa Orang Soleh?

Reporter : Reza
Jumat, 11 September 2015 15:15
Bagaimana Malaikat Mencabut Nyawa Orang Soleh?
Sekiranya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang

Dream - Kematian pasti akan datang kepada tiap  makhluk yang bernyawa. Dalam Islam, malaikat yang bertugas untuk mencabut nyawa seluruh mahluk hidup ciptaan Allah SWT adalah malaikat Izrail.

Tentunya malaikat Izrail punya cara bagaimana mencabut nyawa manusia tergantung dari amal perbuatan semasa hidupnya. Namun baik buruknya amalan seseorang, peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.

Rasulullah SAW bersabda;

" Sekiranya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang" . (HR.Ibnu Abu Dunya)

Nabi Idris AS yang memohon kepada Allah SWT agar malaikat Izrail melakukan cara terlembut dan halus dalam mencabut nyawanya, masih tetap merasakan sakit yang luar biasa.

" Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku?" tanya malaikat Izrail.

" Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup yang dikuliti" jawab Nabi Idris AS.

" Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu" . kata malaikat Izrail.

Sakaratul maut paling ringan dan halus pun masih meninggalkan rasa sakitnya. Rasulullah SAW pernah bersabda;

" Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Dalam kisah berbeda, Nabi Ibrahin AS pernah bertanya kepada malaikat pencabut nyawa. Bagaimana mencabut nyawa makhluk hidup secara bersamaan?

Malaikat pencabut nyawa pun menjawab;

" Aku akan panggil ruh-ruh tersebut, dengan izin Allah swt, sehingga semuanya berada di antara dua jariku, Bumi ini aku bentangkan kemudian aku biarkan seperti sebuah bejana besar dan dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku." (HR abu Nu’aim)

Ingatlah manakala kematian menjeput dan menghantarkan kita ke akhirat secara tiba tiba, siapkanlah bekal amal kebaikan sebanyak mungkin agar kita bertemu dengan sang pencipta dengan keadaan husnul khotimah.

Beri Komentar