Foto: Keisha Ritzska Salsabila/Dream
Dream - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo melakukan perluasan pangsa pasar dengan menerapkan pola bisnis baru.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Investasi Asuransi Jasindo, Didit Mehta Pariadi. Selama lima tahun ke depan, Asuransi Jasindo akan melakukan transformasi.
" Mulai tahun 2019 ini sampai dengan lima tahun ke depan, Jasindo akan melakukan transformasi yang digambarkan dalam rencana jangka panjang, lima tahunan, kami sudah susun," ungkap Didit saat media gathering Asuransi Jasindo di Hotel Harris, Bogor, Jumat 22 November 2019.
Asuransi Jasindo menerapkan pola bisnis baru dari yang sebelumnya bersifat Product Oriented menjadi Customer Oriented. Menurut Didit, perubahan ini akan mengubah struktur organisasi Asuransi Jasindo.

" Ini membutuhkan perubahan potensi yang tidak sedikit. Jadi di tahun pertama harus mengocok ulang segala macam posisi, apalagi banyak jurusan yang dulunya product focus menjadi customer focus," ujarnya.
Dengan pola bisnis ini, diharapkan Asuransi Jasindo dapat memimpin pasar dengan hasil yang maksimal pada tahun ke depannya. Namun, perubahan ini tidak serta merta mengubah pangsa pasar Asuransi Jasindo. Justru, diharapkan perusahaan yang memercayakan asuransinya akan melirik layanan Asuransi Jasindo lainnya.
Di tahun mendatang, Asuransi Jasindo berencana memasarkan produk baru. Yaitu cyber insurance, produk segmen milenials, produk di bidang pertanian asuransi kopi dan bawang, di bidang peternakan asuransi kambing dan domba dan di bidang kesehatan asuransi kesehatan individu.
Asuransi Jasindo juga menggandeng perusahaan financial technology (fintech) untuk perluasan pangsa pasar ini. Hal tersebut dilakukan guna mendukung penetrasi ke masyarakat dengan jangkauan lebih luas.

" Kita melihat dunia ini makin digital, kita kenal sebagai industri 4.0. Nasabahnya juga sudah mulai dominan dari tahun ke tahun. Mereka inginnya tidak berhubungan dengan manusia tapi melalui tablet. Kalau bisa tidak usah tanya tapi mencari, menemukan, melihat, langsung memilih dari apa yang sudah tersedia," ucapnya.
Kolaborasi ini juga tak luput dengan adanya peran generasi milenial dalam fenomena digital yang mendominasi pasar. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi perusahaan, baik belanja modal, infrastruktur, maupun biaya operasional lainnya.
Laporan: Keisha Ritzska Salsabila