Uang Muka Turun, BNI Syariah Berharap Bisnis KPR Meningkat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 22 Juni 2016 15:27
Uang Muka Turun, BNI Syariah Berharap Bisnis KPR Meningkat
Alasannya adalah...

Dream - Penurunan uang muka syariah yang diatur lewat pelonggaran loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) oleh Bank Indonesia (BI), diakui bakal merangsang minat masyarakat dalam membeli rumah.

Meski berdampak positif, Pelaksana Tugas Direktur Utama BNI Syariah, Imam T. Saptono menilai efek yang muncul tak terlalu signifikan. BNI Syariah saat ini memang getol menggenjot bisnis KPR BNI Syariah.

" Pada dasarnya, sih, akan berdampak, tapi tidak terlalu signifikan," kata dia usai acara " Sinergi Melecut Keuangan Syariah" di Jakarta, Selasa 21 Juni 2016.

Imam mengatakan pembiayaan rumah BNI Syariah per Mei 2016 telah mencapai Rp500 miliar. Angka ini lebih rendah daripada angka pembiayaan rumah pada Mei 2015 yang sebesar Rp700 miliar-800 miliar. Angka pembiayaannya turun 10-20 persen.

Kebijakan baru BI yang baru berlaku pada semester II ini, diharapkan Imam, bisa menutup gap antara pertumbuhan pembiayaan rumah tahun ini dengan tahun lalu.

" Kalau ada aturan ini, dia akan menjaga pertumbuhan itu. Tapi, pertumbuhan (pembiayaan rumah) tahun ini akan lebih rendah atau tidak lebih dari pertumbuhan tahun lalu," kata dia.

Imam memperkirakan, aturan baru batas minimal uang muka ini kemungkinan baru akan terasa pada tahun 2017. Pelonggaran LTV dan FTV ini bisa mengerek pembiayaan rumah hingga 20 persen. " Baru akan terasa pada 2017, akan full kerek 20 persen," kata dia.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie