Bank BUMN Syariah Dilebur Jadi Dua, Ini Mau BNI Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 22 Maret 2017 07:45
Bank BUMN Syariah Dilebur Jadi Dua, Ini Mau BNI Syariah
Tak cukup dengan merger, merger bank BUMN syariah juga butuh...

Dream - Kementerian BUMN melempar wacana akan membentuk dua bank syariah. Nantinya, PT Bank Syariah Mandiri (BSM) digabung dengan PT BRI Syariah sementara PT BNI Syariah Indonesia bersama dengan Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara.

Menanggapi wacana tersebut, BNI Syariah mengaku belum mendapatkan instruksi dari pemegang sahamnya, PT Bank Negara Indonesia (Tbk).

" Itu domain pemegang saham. Kami belum mendapatkan instruksi lebih lanjut tentang rencana itu," kata Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono, di sela-sela acara " Silaturahmi dan Sosialisasi dan Silaturahmi Fatwa DSN MUI Periode 2016-2017" di Wisma Antara, Jakarta, Selasa 21 Maret 2017.

Menurut Imam, perusahaan menyambut baik rencana Kementerian BUMN menggabungkan bank syariah. Apalagi rencana itu disiapkan untuk memperkuat industri keuangan syariah dan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sekadar informasi, MEA untuk perbankan akan dimulai pada 2020.

" Kami menyambut baik dalam konteks menguatkan industri keuangan syariah ke depan dan (menghadapi) MEA," kata dia.

Selain lewat merger, Kementerian BUMN juga akan meminta keempat bank BUMN syariah untuk bekerja sama mencari investor, termasuk investor Timur Tengah. Alasannya, mereka terlebih dahulu mengembangkan bank syariah.

Usulan pemerintah tersebut ditanggapi positif BNI Syariah. Menurut Imam langkah penguatan bank syariah memang tidak hanya bisa dilakukan lewat penggabungan bank. Bank syariah harus bisa mendapat suntikan modal. 

" Harapannya, tidak hanya penggabungan, tetapi juga penambahan modal. Bisa didapat dari IPO atau strategic partner," kata dia. (Sah)

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup