Bank Dunia Kaji Surat Utang Syariah US$500 Juta

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 9 September 2014 14:02
Bank Dunia Kaji Surat Utang Syariah US$500 Juta
Penerbitan sukuk ini adalah salah satu dari beberapa inisiatif dari Bank Dunia di sektor keuangan Islam

Dream - Bank Dunia berencana menerbitkan obligasi syariah atau sukuk senilai US$500 juta pada tahun ini untuk mendanai program imunisasi. Penerbitan sukuk ini adalah salah satu dari beberapa inisiatif dari Bank Dunia di sektor keuangan Islam.

Bank Dunia akan bertindak sebagai bendahara program imunisasi yang didukung keuangan internasional atau International Finance Facility for Immunization (IFFIm). " Mereka akan membantu dalam penerbitan sukuk," kata Head of Derivatives and Structured Finance dari Departemen Keuangan Bank Dunia, Michael Bennett.

IFFIm sebelumnya telah mengumpulkan dana dari investor ritel di pasar seperti Australia dan Jepang melalui obligasi " kangaroo" dan " uridahsi" . Selanjutnya IFFIm ingin segera menambah sukuk dalam struktur pembiayaan vaksin mereka.

" Saat ini kami sedang menimbang untuk menerbitkan sukuk senilai US$ 300 juta hingga US$ 500 juta. Kami masih melihat pasar," kata Bennett seperti dikutip Dream dari laman Saudigazette, Selasa, 9 September 2014.

Bank Dunia dikabarkan telah menunjuk Standard Chartered dan Bank Nasional Abu Dhabi sebagai arranger dari penerbitan sukuk tersebut. Kemungkinan sukuk Bank Dunia ini akan diterbitkan awal bulan ini meskipun jangka waktunya belum ditentukan.

" Kami sudah berbicara dengan investor di Teluk, Malaysia dan besok di Brunei."

Standard & Poor telah memberikan peringkat AA untuk sukuk IFFIm dan didukung oleh sembilan negara termasuk Perancis dan Inggris. IFFIm menerbitkan obligasi untuk membiayai upaya imunisasi.

Sejak tahun 2006, IFFIm telah mengumpulkan US$ 4,5 miliar melalui obligasi. Penerbitan terakhirnya mampu meraup dana US$ 700 juta pada bulan Juni tahun lalu.

Bank Dunia selama ini memang telah terlibat dalam keuangan Islam selama bertahun-tahun. Anak usahanya, International Finance Corp, juga mempertimbangkan kembali ke pasar sukuk.

Unit lain seperti Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD) membatasi diri dalam menggunakan sukuk untuk mendanai proyek.

Tapi Bank Dunia juga mempertimbangkan untuk menggunakan sukuk dengan cara lain. Seperti menggunakannya sebagai ‘obligasi hijau’ untuk mendanai proyek-proyek untuk meningkatkan efisiensi energi dan memperluas penggunaan energi terbarukan.

IBRD sekarang menjadi penasihat pemerintah Dubai dalam mengembangkan strategi pendanaan untuk program investasi hijau di emirat, termasuk sukuk, kata Bennett.

Beri Komentar