Jokowi Luncurkan Bantuan 600 Ribu untuk Pekerja Bergaji di Bawah 5 Juta

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 27 Agustus 2020 11:43
Jokowi Luncurkan Bantuan 600 Ribu untuk Pekerja Bergaji di Bawah 5 Juta
Subsidi diterima pekerja dengan upah dilaporkan di bawah Rp5 juta.

Dream - Presiden Joko Widodo meluncurkan bantuan subsidi upah untuk para pekerja dengan besaran Rp600 ribu per orang. Sebanyak 15,7 juta pekerja dengan besaran upah di bawah Rp5 juta mendapatkan subsidi ini.

" Hari ini kita lengkapi yang namanya subsidi tambahan gaji totalnya diberikan 15,7 juta pekerja," ujar Jokowi di Istana Negara, Kamis 27 Agustus 2020.

Subsidi upah ini disalurkan secara bertahap hingga akhir September 2020. Pada tahap awal, sebanyak 2,5 juta pekerja akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp600 ribu.

" Diberikan hari ini yang kita luncurkan hari ini 2,5 juta (pekerja) dan kita harapkan di bulan September selesai 15,7 juta pekerja semuanya diberikan," kata Jokowi.

 

1 dari 5 halaman

Untuk Pekerja Rajin Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Selanjutnya, Jokowi mengatakan subsidi upah hanya diberikan kepada para pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Subsidi ini merupakan bentuk penghargaan kepada para pekerja yang rutin membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

" Yang diberikan ini adalah kepada para pekerja yang perusahaan yang rajin membayar iuran Jamsostek.Artinya, ini kita berikan sebagai sebuah reward kepada para pekerja dan perusahaan yang patuh selalu membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan," ucap Jokowi.

Besaran subsidi yang akan diterima pekerja totalnya Rp2,4 juta dan dikirim langsung ke rekening. Rinciannya, selama empat bulan setiap pekerja mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu tiap bulan.

Peluncuran dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah. Juga perwakilan pekerja di sejumlah sektor baik langsung maupun virtual.

2 dari 5 halaman

Subsidi Gaji Rp2,4 Juta Akan Ditransfer Hari Ini, Cek Rekening Segera!

Dream - Dana subsidi gaji untuk 2,5 juta pegawai bergaji di bawah Rp5 juta dilaporkan akan mulai ditransfer hari ini, Rabu, 26 Agustus 2020. Kabar itu disampaikan direksi BPJS Ketenagakerjaan yang menjadi mitra pelaksanaan program subsidi tersebut.

Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek), Sumarjono mengatakan data 2,5 juta peserta itu sudah valid.

" Hari ini akan ada transfer untuk 2,5 juta peserta yang sudah valid," kata Sumarjono dalam Webinar bertajuk Akses Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Masa Pandemi CovidD-19.

BPJamsostek melaporkan sudah memperoleh 10 juta rekening calon penerima subsidi gaji yang akan mendapat bantuan dengan total Rp2,4 juta.

Data tersebut secara bertahap diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sejak 24 Agustus 2020 lalu. Pada tahap pertama, BPJamsostek telah menyerahkan 2,5 juta calon penerima subsidi gaji.

Sumarjono mengatakan pencairan dana subsidi gaji sengaja dibuat bertahap agar pemerintah benar-benar menyasar penerima yang berak mendapat bantuan.

Dalam prosesnya, BPJamsostek telah mendapat sekitar 15,7 juta peserta asuransinya yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta. Dari jumlah tersebut, peserta yang sudah melaporkan nomor rekening dan berhasil divalidasi sebanyak 13,8 juta pekerja.

" Ini dilakukan bertahap karena pemeritah ingin tidak salah sasaran," kata Sumarjono.

3 dari 5 halaman

Subsidi Gaji Resmi Diluncurkan Besok?

Dream - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan peluncuran perdana program subsidi gaji atau upah akan dilakukan besok, Kamis, 27 Agustus 2020. Rencananya Presiden Joko Widodo akan secara resmi membuka program tersebut.

Jadwal baru peluncuran program subsidi upah itu diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2020.

" Insyaallah diagendakan luanching bantuan pemerintah berupa gaji/upah pada hari kamis, 27 Agustus 2020 oleh Presiden RI," papar Ida kepada anggota Komisi IX DPR.

Dalam laporannya, Menaker mengungkapkan telah menerima sebanyak 2,5 juta data calon pekerja penerima bantuan gaji senilai Rp600 ribu dari BPJS Ketenagakerjaan. Data tersebut diserahkan pada 24 Agustus 2020 yang lalu.

Setelah menerima data tersebut, Kemnaker selanjutnya akan menyiapkan administrasi untuk proses transfer bantuan tahap pertama.

 

4 dari 5 halaman

Ida berharap seluruh proses pencairan program bantuan subsidi gaji ini akan berjalan lancar sesuai yang direncanakan. Dijadwalkan tahap pertama pencairan subsidi gaji pegawai akan diberikan kepada 2,5 juta pegawai.

Selanjutnya, pemerintah secara rutin di setiap pekan memberikan bantuan subsidi gaji sebanyak minimal 2,5 juta pegawai.

" Alhamduillah ini proses yang kamu lakukan dengan kecepatan luar biasa, karena dalam semingu kita harus revisi DIPA, buat Peraturan Menteri, membuat Jutlak dan Juknis," ujar Menteri Ida.

Dia tak lupa berterima kasih kepada direksi BPJS Ketenagakerjaan dan jajaran di perusahaannya yang telah mengerahkan seluruh cabang untuk mengumpulkan data rekening peneirma bantuan ini. (Sah)

5 dari 5 halaman

Dear HRD, Data Rekening 2 Juta Calon Penerima Subsidi Gaji Ditunggu BP Jamsostek

Dream - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), Agus Susanto melaporkan masih ada 2 juta data rekening pekerja yang belum terkumpul hingga Senin, 24 Agustus 2020. Data itu dibutuhkan untuk menyalurkan bantuan subsidi upah Rp2,4 juta yang akan diterima pegawai yang berhak.

Agus mengungkapkan data rekening yang terkumpul dan diserahkan kepada Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) baru mencapai 13,7 juta dari target semula sebanyak 15,7 juta calon penerima subsidi upah.

" Saya minta bantuan para pemberi kerja/HRD agar segera mengumpulkan data rekening karyawannya untuk diserahkan ke BPJS Ketengakerjaan agar bisa memperoleh bantuan subsidi upah dari pemerintah, " ujar Agus dikutip Dream dari laman Kemnaker.

Menurut Agus proses validasi calon penerima subsidi gaji dilakukan setelah dilakukan secara berlapis. Dari 13,7 juta data rekening pekerja, hingga kemarin sudah terkumpul 10 juta rekening dengan status tervalidasi.

Dari 10 juta rekening tervalidasi tersebut akan diserahkan sebanyak 2,5 juta secara bertahap by batch.

" Ini dilakukan, untuk memudahkan monitoring dan menerapkan prinsip kehati-hatian. Jadi kami serahkan ini batch pertama sebanyak 2,5 juta data yang kami serahkan," katanya.

Diakui Agus Susanto, BP Jamsostek membutuhkan waktu untuk bisa memvalidasi data calon penerima subsidi gaji Rp2,4 juta tersebut. Selain ke perusahaan, BP Jamsostek juga harus memvalidasi sebanyak 127 bank yang dilakukan secara otomatis melalui sistem.

Beri Komentar