Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pegawai CIMB Niaga Syariah Sedang Melayani Nasabah (Sumber: Facebook @CIMBINdonesia)
Dream - Keuangan syariah tengah menjadi primadona di hampir seluruh dunia. Konsep ini bahkan diadopsi dalam dunia barat lewat konsep ekonomi moral dan etik.
"Isu ethical and moral economy di dunia barat masuk dalam ranah scientific paradigm (paradigma ilmiah)," kata Anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) CIMB Niaga Syariah, Yulizar D Sanrego dalam Media Syariah Training 2018 di Bogor, Jawa Barat, Jumat 7 Desember 2018.
Berbeda halnya dalam Islam. Praktik ekonomi dan bisnis selama ini sudah berjalan mengikuti ketentuan syariat yang berlaku.
"Seorang Muslim, berbisnis merupakan bagian tidak terpisahkan dari konsep keimanan. Sehingga wajar jika Alquran dan sunah dikaitkan dengan ekonomi," kata Sanrego.
Diakui Sanrego, pengembangan keuangan Islam tidaklah mudah. Ada banyak tantangan yang dihadapi kalangan perbankan dalam menerapkan prinsip perbankan syariah yang ternyata masih mengadopsi konsep konvensional.
Tak cuma di Indonesia, Sanrego menemukan praktik semacam ini juga masih diterapkan di perbankan di Arab Saudi. Menurut dia, aset perbankan syariah di Saudi sangat besar.

(Pelatihan media syariah training 2018 CIMB Niaga/Dream.coid)
"Sayangnya, kalau dilihat lebih rinci, seperti liability-nya, ternyata tidak sepenuhnya syariah," kata dia.
Aset dengan nilai cukup besar itu didominasi personal financing. Artinya, lebih banyak dimiliki segelintir orang.
Dibandingkan dengan Saudi, dia menilai kualitas keuangan syariah di Indonesia sangat terjaga. Tak hanya itu, manajemen bank syariah di Tanah Air juga selalu memperhatikan aspek mitigasi risiko.
"Syariah (di Indonesia) bukan berarti membatasi ruang gerak, namun mendorong untuk berpikir kreatif," kata Sanrego.
Lebih lanjut, Sanrego menjelaskan keuangan Islam tidak hanya menjadi domain dari Dewan Syariah Nasional atau para pakar fikih. "Tetapi menjadi inklusif, termasuk untuk mikro dan makro," ucap dia.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti