Beda Keuangan Syariah Saudi dengan Indonesia

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 7 Desember 2018 11:15
Beda Keuangan Syariah Saudi dengan Indonesia
Perbankan syariah di Arab Saudi juga menghadapi tantangan.

Dream - Keuangan syariah tengah menjadi primadona di hampir seluruh dunia. Konsep ini bahkan diadopsi dalam dunia barat lewat konsep ekonomi moral dan etik.

" Isu ethical and moral economy di dunia barat masuk dalam ranah scientific paradigm (paradigma ilmiah)," kata Anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) CIMB Niaga Syariah, Yulizar D Sanrego dalam Media Syariah Training 2018 di Bogor, Jawa Barat, Jumat 7 Desember 2018.

Berbeda halnya dalam Islam. Praktik ekonomi dan bisnis selama ini sudah berjalan mengikuti ketentuan syariat yang berlaku. 

" Seorang Muslim, berbisnis merupakan bagian tidak terpisahkan dari konsep keimanan. Sehingga wajar jika Alquran dan sunah dikaitkan dengan ekonomi," kata Sanrego.

Diakui Sanrego, pengembangan keuangan Islam tidaklah mudah. Ada banyak tantangan yang dihadapi kalangan perbankan dalam menerapkan prinsip perbankan syariah yang ternyata masih mengadopsi konsep konvensional.

Tak cuma di Indonesia, Sanrego menemukan praktik semacam ini juga masih diterapkan di perbankan di Arab Saudi. Menurut dia, aset perbankan syariah di Saudi sangat besar.

 Media syariah training CIMB Niaga

(Pelatihan media syariah training 2018 CIMB Niaga/Dream.coid)

" Sayangnya, kalau dilihat lebih rinci, seperti liability-nya, ternyata tidak sepenuhnya syariah," kata dia.

Aset dengan nilai cukup besar itu didominasi personal financing. Artinya, lebih banyak dimiliki segelintir orang.

 

2 dari 2 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Detik-Detik Polsek Ciracas Dibakar