Menyebalkan Rasanya Jika Punya Rekan Kerja Yang Berisik, Ditambah Dengan Deadline Pekerjaan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Punya rekan kerja yang berisik memang ada suka dukanya. Di saat suasana tegang, kehadirannya bisa membuat kantor lebih semarak. Tapi kalau lagi membutuhkan konsentrasi, si berisik ini malah bisa membuyarkan produktivitasmu.
Tapi sebagai sesama pegawai, kamu tentu ada rasa sungkan untuk menegurnya langsung.
Meskipun mereka terkesan kasar, menghindari konflik adalah sesuatu yang alami. Untungnya, ada saja jalan keluar untuk mengatasi rekan kerja yang berisik dan banyak bicara.
“ Rekan kerja yang bising dan banyak bicara menjadi salah satu pengganggu di muka bumi. Sayangnya, mereka sering ada di tempat kerja,” kata pakar tempat kerja dan penulis buku Tame Your Terrible Office Tyrant: How to Manage Childish Boss Behavior and Thrive Your Job, Lynn Taylor, dikutip dari Business Insider, Senin 21 Oktober 2018.
Suara-suara itu tak jarang membuat seseorang merasa bisa mendengar semuanya. Ada dorongan untuk berkata sesuatu agar rekan kerja itu berhenti. Namun, memberi tahu yang bersangkutan secara langsung terlihat tidak sopan.
“ Berurusan dengan masalah ini di tempat kerja, bisa sangat membuatmu canggung,” kata pakar bisnis internasional, Michael Kerr.
Kerr mengatakan orang-orang cenderung mendiamkan karena tak mau membuat “ pertikaian” dengan rekan kerja. “ (Perbuatan) itu wajar karena mereka ingin bergaul dan disukai rekan kerja,” kata dia.
Taylor mengatakan di kantor, ada saja suara-suara yang bisa memecah konsentrasi, seperti suara dering telepon atau rekan kerja memanggil karena ada panggilan penting dari klien. Ini lagi ditambah dengan rekan kerja yang berisik.
Tentunya, kata dia, harus ada pembicaraan dengan rekan kerja. Utarakan keberatan atas sikap dia yang terlalu berisik.
“ Sudah waktunya untuk mempersiapkan percakapan diplomatik dan memilih kata-kata dengan hati-hati,” kata dia.