Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Juga Punya Tradisi Saat Idul Fitri.
Dream – Seperti orang-orang kebanyakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga punya kebiasaan saat Idul Fitri. Apa itu?
Dilansir dari Merdeka.com, Sri Mulyani mengatakan ada tradisi sungkeman atau silaturahmi mendatangi kediaman orang tuanya. Tradisi ini menjadi hal yang paling utama bagi dirinya.
“ Makna Lebaran itu dalam banget karena dari tradisi keluarga. Biasanya, dari kecil dibiasakan pasti Lebaran kumpul keluarga,” kata dia di Jakarta.
Dan untuk sungkeman, kata Sri, harus bersabar. Karena antreannya cukup panjang.
“ Kalau dulu, kumpul di rumahnya bapak ibu saya di Gombong, pasti sungkeman karena putranya ada 16. Jadi, kami semuanya urutan 6 dari 16. (Urutannya), anak, cucu, cicit. Jadi, panjang banget,” kata dia.
Sri Mulyani menyebut momentum berkumpul bersama keluarga menjadi kebahagiaan sendiri. Dalam momen ini, ada satu kebiasaan yang dilakukan oleh keluarganya. Mulai dari bercerita satu sama lain sampai pada persoalan lain.
“ Pasti ada kumpul keluarga. Istilahnya itu update. Jadi setiap keluarga memberikan laporan masing-masing. Anaknya masuk sekolah mana? Ada pacar atau tidak? Ada yang nikah apa tidak? Siapa yang mencapai lulus sarjana? Tapi, sekarang kami coba menghilangkan acara seperti itu, tapi lebih ke sharing fun,” kata dia.
Tak cuma itu, lanjut Sri Mulyani, ada pula game untuk keluarga. Misalnya membuat permainan dengan topik yang lucu-lucu. Tak ketinggalan, pembagian THR atau uang saku masih menjadi tradisi di keluarganya.
“ Jadi, kami kumpulkan semua THR. Jadi, kami bagi yang SD sekian, TK dan SMP sekian, kuliah sekian. Jadi, yang kerja yang tadinya masih dikasih, sekarang mereka kontribusi sedikit asalkan rela,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya