Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bekerja Secara Remote Menjadi Lumrah Di Dunia Kerja. (Foto: Pixabay)
Dream – Sahabat Dream, karyawan biasanya pergi ke kantor untuk bekerja. Tapi, di daerah ini, lebih dari separuh karyawannya bekerja secara remote setiap minggu.
Ini diungkapkan oleh studi baru yang dilakukan oleh International Workplace Group (IWG).
Dilansir dari Arabian Business, Kamis 14 Juni 2018, berdasarkan studi, 60 persen karyawan di Uni Emirat Arab bekerja secara remote setidaknya sehari dalam seminggu. Sementara yang menghabiskan waktu bekerja di luar kantor lima hari dalam seminggu hanya 10 persen.
Statistik kerja di Uni Emirat Arab ini hampir sama dengan tren global. Di seluruh dunia, ada 70 persen karyawan menghabiskan waktu sehari dalam seminggu untuk bekerja secara remote.
“ Orang-orang dari Seattle ke Singapura, London ke Lagos tidak akan menghabiskan banyak waktu di kantor. Kita memasuki era pekerjaan mobile yang cenderung menaik bagi karyawan individu dan bisnis,” kata pendiri dan CEO IWG, Mark Dixon.
Laporan ini juga menunjukkan perusahaan di Uni Emirat Arab menawarkan jam kerja yang fleksibel kepada karyawannya. Ada 91 persen perusahaan yang mengizinkan karyawan bekerja di luar kantor. Hasilnya, 97 persen nilai kompetitif perusahaan meningkat.
Banyak karyawan berkata peluang bekerja dari luar kantor menjadi harapan mereka. Ada 84 persen karyawan di Uni Emirat Arab mengatakan, jam kerja yang fleksibel bisa menghasilkan talent terbaik, sementara 44 persen di antaranya menyebut jam kerja ini bisa meningkatkan kepuasan kerja.
“ Teknologi baru berarti banyak dari kita yang bekerja kapan pun dan di mana pun. Tantangan bisnis adalah memaksimalkan pandangan baru. Perusahaan mewujudkan manfaat jam kerja fleksibel serta kemampuannnya untuk meningkatkan produktivitas, kepuasan kerja, dan performa bisnis,” kata Managing Directort and Global Head of Brands and Ventures IWG Group, Ian Hallet. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya