Tak Seberat SKD, Ini Tips Santai Jalani Tes SKB CPNS 2018

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 15 November 2018 17:30
Tak Seberat SKD, Ini Tips Santai Jalani Tes SKB CPNS 2018
Salah satunya, kamu harus membayangkan ini.

Dream – Peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan melalui tahapan tes selanjutnya, yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Badan Kepegawaian Negara (BKN) berbagi tips untuk menghadapi tes SKB.

Dikutip dari akun Twitter @BKNgoid, Kamis 15 November 2018, BKN menyebut ujian SKB tidak memiliki passing grade seperti SKD. Setiap keahlian peserta akan tetap mendapatkan nilai di tes ini.

“ Beda dengan SKD, SKB tidak punya passing grade. Kompetensi atas bidangmu akan selalu dihargai. Berapa pun itu,” cuit BKN.

Instansi ini menyebut peserta akan mendapatkan nilai di rentang 1-100.

BKN juga mengatakan ujian SKB di pemerintah daerah, baik kota, kabupaten, dan provinsi, hanya menggunakan Computer Asissted Test (CAT) BKN. Untuk kementerian dan lembaga, tes yang diberikan bisa berupa tes wawancara dan kesamaptaan.

“ Ada juga SKB yang menggugurkan, misalnya tes renang untuk @SAR_NASIONAL,” cuit lembaga ini.

Kemudian, BKN mengatakan tes SKB formasi dosen ini berdasarkan pada kompetensi dan jurusan yang dipilih. Kemudian, ada juga pedagogi dan andragogi tentang cara mengajar di depan mahasiswa.

“ Tiga, pelajari PermenpanRB tentang JF (jabatan) dosen dan angka kredit,” cuit BKN.

BKN juga menyarankan peserta untuk membayangkan masa-masa menjalani tes SkB ini seperti saat baru lulus ujian skripsi.

“ Mindset saat SKB: bayangkan saat #SobatBKN baru saja lulus ujian skripsi/thesis. Capek, tapi berhasil mengalahkan lawan terberat, yaitu dirimu sendiri. Lama-lama mimin buka bimbel tes CPNS nih. #2019JadiASN #BKNSemangatUntukNegeri,” cuit BKN.

1 dari 3 halaman

Takut Ketahuan Kekasih, Peserta Ini Lolos Seleksi CPNS

Dream - Serba-seri proses ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) memang beragam. Dari banyak peserta yang gagal lolos batas passing grade, hingga cerita-cerita para peserta tes yang terdengar kocak. 

Pengalaman kali ini datang dari tanah Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sosok peserta itu bernama roswita Roswita Yusbela Derwian. 

Kejadian ini berlangsung usai Roswita mengkuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang diselenggarakan pada Sabtu, 10 November 2018 lalu. Nama Roswita dinyatakan lolos. 

Roswita adalah salah satu dari tiga peserta yang mencapai passing grade untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada sesi IV hari ketujuh tes CPNS. Dua peserta lainnya adalah Klaudiana Lunur dan Fransiskus Suhardi. Ketiganya merupakan pelamar formasi guru bidang studi Matematika.

Dia melamar untuk formasi di SMPN 15 Satar Mese. Dua rekannya melamar untuk formasi lain di SMP Satu Atap Pong Meleng.

“ Saya sempat ragu,” ujar Roswita kepada para wartawan di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikutip dari Floresa, Selasa 13 November 2018.

Menurut Roswita keraguannya mengikuti seleksi CPNS ini bukan karena kemampuannya untuk lolos seleksi yang dikenal ketat itu. Alasan Roswita ternyata benar-benar diluar perkiraan.

Sang pujaan hati Roswita ternyata sempat melarangnya mengikuti tes CPNS.

“ Saya dilarang calon suami saya untuk jadi PNS. Ini yang berat bagi saya. Saya ikut tes ini secara diam-diam,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Sudah Bertunangan

Alumnus FKIP Universitas Kanjuruhan Malang tahun 2016 itu sudah bertunangan dengan seorang anggota TNI Angkatan Laut, yang kini bertugas di Maumere, Sikka.

“ Dia mau, setelah nikah saya harus ikut dia,” kata wanita kelahiran Lukup, Satar Mese Utara.

Statusnya yang masih menjadi guru Matematika di SMK St Aloysius, juga menjadi soal lain. Dia masih terikat kontrak dengan sekolah itu hingga Maret 2019 dan pilihannya untuk mengikuti tes, membuatnya harus berhenti bekerja.

“ (Saya) sempat bimbang sampai tadi. Saya yakin (untuk ikut), satu jam sebelum tes. Saya hampir terlambat datang tes,” kata perempuan kelahiran 1994.

3 dari 3 halaman

Tak pakai persiapan khusus namun lolos

Roswita menjelaskan, kakaknya yang kemudian membuat ia memantapkan keputusan. “ Kaka memotivasi saya untuk ikut. Kebetulan kakak kemarin ikut tes,” kata dia.

Dalam kebimbangan itu, Roswita tak sempat mempersiapkan diri dengan baik. Namun ia percaya diri mengerjakan soal-soal tes karena pengalamannya mengikuti seleksi guru di SMK St Aloysius.

“ Saat masuk di SMK Aloysius itu kami mengikuti tes seperti ini,” kata dia.

(Sah, Sumber: Floresa)

Beri Komentar