Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan I 2016 diperkirakan akan membaik. Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi domestik dan investasi pemerintah.
" Konsumsi rumah tangga diperkirakan masih cukup kuat terindikasi dari penjualan eceran dan kendaraan bermotor yang mulai tumbuh positif, serta keyakinan konsumen yang terus membaik," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, di Jakarta, dikutip dalam keterangannya, Kamis 21 April 2016.
Tirta mengatakan belanja barang dan modal pemerintah akan meningkat karena ada proyek-proyek infrastruktur pada triwulan I 2016.
Selain itu, kinerja ekspor beberapa komoditas, lanjut dia, juga mulai membaik, terutama tekstil, alat listrik, dan kendaraan untuk penumpang. " Secara keseluruhan, pertumbuhan diperkirakan akan semakin baik pada triwulan II, ditopang konsumsi dan investasi yang meningkat," kata dia.
Perlambatan Ekonomi Global
Di samping itu, Tirta memperkiraan pertumbuhan ekonomi global akan lebih rendah daripada proyeksi semula, ditambah dengan belum pulihnya ekonomi di sejumlah negara maju. Plus, ada perlambatan ekonomi berkembang.
Perekonomian Eropa yang belum pulih dan masih deflasi, mendorong sejumlah negara melanjutkan pelonggaran moneter. Misalnya, Jepang yang masih memberlakukan suku bunga negatif.
" Sejalan dengan itu, suku bunga Fed Fund Rate diperkirakan baru akan meningkat di semester II 2016 dengan besaran kenaikan yang lebih rendah," kata dia.
Sementara itu, kata Tirta, ekonomi Tiongkok akan mengarah ke arah kondisi yang lebih stabil, tapi masih ada risiko pelemahan yang tinggi.
Di pasar komoditas, harga minyak dunia diperkirakan akan cenderung turun akibat tingginya pasokan masih, sementara permintaannya lemah. " Namun, harga beberapa komoditas ekspor Indonesia, khususnya CPO, karet, dan timah, mulai membaik," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya