Adit Insomnia Beli Mahar Diskonan: 'Yang Penting Calon Mertua Nggak Tahu`

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 2 September 2021 09:35
Adit Insomnia Beli Mahar Diskonan: 'Yang Penting Calon Mertua Nggak Tahu`
Dia memilih belanja secara online untuk mencari kebutuhannya.

Dream – E-commerce kerap menjadi pilihan tempat belanja masyarakat. Di samping praktis, harga barang yang dijual di e-commerce lebih murah dibandingkan tempat lainnya.

Adit Fadilla alias Adit Insomnia menjadi salah satu orang yang melirik e-commerce untuk belanja segala kebutuhan, seperti ayam potong, sayuran, hingga laptop. E-commerce yang digunakan oleh dia untuk mencari kebutuhannya adalah Tokopedia.

Bahkan Adit tanpa sungkan mengaku pernah mencari mahar pernikahan karena mendapatkan harga diskon.

“ Yang penting calon mertua nggak tahu itu barang diskonan. Kan, nilainya tetap sama,” kata dia dalam acara “ Virtual Media Briefing: Tokopedia START CX First Summit 2021”, Rabu 1 Agustus 2021.

Menurut Adit, pelayanan yang diberikan Tokopedia saat diriinya pertama kali mencoba belanja di Tokopedia cukup memuaskan. Bahkan dia sama sekali tak mendapat kendali apapun.

“ Kalaupun ada, akan dilayani baik sama penjual toko. Sekarang juga ada Tokopedia Care yang memberikan solusi, sesuai dengan kebutuhan kita,” kata Adit.

1 dari 4 halaman

Tergoda Cashback

Influencer ini juga tertarik dengan tawaran cashback. Tak heran jika Adit membeli kendaraan di Tokopedia karena dijanjikan dengan cashback.

Platform e-Commerce ini juga sering dipakai Adit untuk menabung investasi emas lewat fitur yang disediakannya. Setiap checkout keranjang belanja, dia menyisihkan untuk tabungan emas. Pria ini juga memberikan sedekah subuh melalui e-commerce.

Adit juga mengirimkan makanan kepada keluarga dan sahabat melalui fitur Tokopedia Nyam. Dia mengatakan pemberlakukan PPKM membuat dirinya tidak bisa bertemu dengan keluarga dan sahabat.

“ Jadi, kirim makanan saja ke keluarga dan sahabat. Kalau lewat ojol, mereka suka telepon dan bilang sudah di depan rumah. Padahal,saya lagi tidur dan pesanan itu bukan untuk saya,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Pesanan Tak Kunjung Datang

Selama berbelanja di e-commerce, Adit berbagi pengalaman tak terlupakan. Kala itu, dia membeli ayam potong untuk orang tuanya yang tinggal di Bekasi. Toko dengan pengalaman terbanyak dan rating tertinggi pun dipilih.

Tiga hari menunggu, pesanan tak kunjung datang. Ternyata, sang penjual sedang berduka. Dua anggota keluarganya meninggal dua hari berturut-turut. Penjual tidak bisa melayani pelanggan sementara waktu.

Mendengar kisah pilu dari penjual, kemudian Adit membagikannya melalui unggahan teks di Twitter. Banyak warga net yang ikut merasa prihatin dengan kejadian yang dialami sang penjual ayam potong.

Adit mengunggah kisah tentang penjual ayam itu di Twitter, lalu pihak Tokopedia Care meresponsnya. E-commerce ini mendatangi rumah penjual dan memberikan karangan bunga sebagai tanda belasungkawa.

“ Tindakan seperti itu yang peduli kepada seller patut diacungi jempol,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Tanggung Jawab yang Besar

Senior Vice President of Customer Excellence Tokopedia, Rudy Azhar Dalimunthe, mengatakan industri ini punya tanggung jawab yang besar kepada pelanggan. Pelanggan menentukan sukses atau tidaknya suatu bisnis, sehingga dirinya selalu memberikan arahan positif pada CFS (Customer First Squad).

“ Kita harus punya emosi yang terkontrol, walaupun mendapatkan komplain dari customer,” kata dia.

Berkaitan dengan hal tersebut, Tokopedia mengadakan START CX First Summit 2021 yaitu salah satu wadah berbagi pengalaman, wawasan, serta pencapaian para talenta digital Indonesia terkait melayani pelanggan.

4 dari 4 halaman

Ingin Tingkatkan Kepuasan Pelanggan

CX (Customer Exellence) berfokus pada teknologi, data, inovasi, dan pelanggan agar Tokopedia dapat lebih bersaing. Acara yang diadakan pada Sabtu 4 September 2021, bertujuan menemukan formula terbaik untuk kepuasan pelanggan.

Tokopedia menggandeng pemerintah, perbankan, telekomunikasi, asuransi, dan bidang lainnya sebagai narasumber, agar pembuat kebijakan dan praktisi dapat berjalan berdampingan.

“ Ayo semua kita bangkit dan berkolaborasi, untuk pemulihan ekonomi Indonesia,” kata dia.

(Sumber: Angela Mihardja)

Beri Komentar