Jika Bekerja Terlalu Keras, Jangan Lupa Ambil Waktu Liburan.
Dream – Sahabat Dream, kita tahu tubuh memerlukan untuk istirahat. Istirahat ini sangat penting untuk kesehatan fisik, emosi, dan mental seseorang, apalagi seorang pekerja keras.
Tapi, ada sebuah studi yang menyebut bahwa seorang pekerja bisa meninggal 37 persen lebih cepat jika tidak mengantongi hari libur kurang dari 3 minggu setahun.
“ Jangan berpikir gaya hidup yang sehat bisa mengkompensasi kerja keras dan tak ada hari libur,” kata profesor dari Universitas Helsinki, Timo Strandberg, dilansir dari World of Buzz, Sabtu 1 September 2018.
Standberg mengatakan liburan yang bisa mengurangi stres akibat kerja keras.
Sekadar informasi, kajian tersebut dilakukan pada tahun 1970 terhadap 1.222 partisipan. Separuh partisipan diberi instruksi untuk berolahraga, makan dengan bijak, mencapai berat badan ideal, dan berhenti merokok. Ironisnya, mereka meninggal lebih cepat daripada tidak diberi instruksi sama sekali.
Penelitian ini disampaikan di konferensi European Society of Cardiology di Munich. Di konferensi itu, disampaikan bahwa saran-saran berupa instruksi ini menambah stres partisipan. Tekanan ini membuat masa hidup berkurang. Hasil tersebut juga menyebutkan risiko meninggal muda pada orang yang berlibur kurang dari 3 minggu dalam setahun, 37 persen lebih tinggi daripada yang lebih dari 3 minggu.
Dream – Sahabat Dream, kamu pernah dikejar deadline ketika sedang mengerjakan tugas yang lagi banyak-banyaknya? Biasanya orang yang sedang dalam situasi ini akan panik, kesal, bahkan marah-marah tak jelas.
Tapi jika dipikir lagi, kerja dengan tenggat waktu yang mepet tak selalu buruk, lho.
Pola kerja ini bisa menjadi pengontrol diri ketika ingin bermalas-malasan, apalagi jika kamu seorang yang “ menganut” paham SKS (sistem kebut semalam).
Agar kamu bisa menghadapi deadline dengan tenang ketika tugas lagi seabrek, ada empat cara yang bisa kamu lakukan.
Berikut ini adalah rinciannya, menurut Karir.com, Jumat 31 Agustus 2018.
Fokus
Kalau sedang dikejar tenggat waktu ketika pekerjaan menumpuk, kamu sering panik seperti ini. Benar, kan?
Kalau sudah begini, kembalikan memorimu ketika pertama kali diberikan kepercayaan untuk posisi sekarang. Fokus pada tujuan awal untuk sukses mengerjakan tugas walaupun waktunya hampir habis.
Tidak Menunda Pekerjaan
Kemudian, kamu juga tak boleh menunda pekerjaan. Kebanyakan pekerja yang berhadapan dengan tenggat waktu akan merasa stres. Perasaan ini akan membuat mereka menjadi malas mengerjakannya.
Buat Sistem Kerja yang Rapi
Ketika dikejar deadline, perasaan pertama yang muncul adalah ingin tugas cepat selesai. Tapi, yang perlu diperhatikan, kualitas tetap nomor satu.
Supaya tugasnya cepat selesai dengan hasil yang memuaskan, ada baiknya membuat daftar tugas atau to do list. Sistem ini akan membantumu untuk mengetahui sejauh mana pekerjaan yang digarap dan bagian mana saja yang perlu dilengkapi.
Antusias
Banyak orang menganggap kalau kerja dari pagi sampai larut malam menandakan antusiasme terhadap pekerjaan. Realitanya itu menandakan bahwa kita belum mengatur jadwal kerja dengan baik. Delapan jam dalam sehari sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk bekerja. Selanjutnya, waktu digunakan untuk beristirahat.
Antusiasme bisa kamu tunjukkan dengan banyak bertanya kepada rekan kerja tentang tugas yang diberikan. Dengan begitu, teman-temanmu bisa mengetahui kalau kamu sedang mengerjakan tugas yang benar-benar penting.