BTN Yakin Cetak Laba Rp3 Triliun di 2019, Rumah Murah Jadi Perhatian

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 17 Februari 2020 18:15
BTN Yakin Cetak Laba Rp3 Triliun di 2019, Rumah Murah Jadi Perhatian
Pasar rumah murah diyakini takkan pernah punah.

Dream - PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) yakin bisa mencetak untung Rp 3 triliun pada tahun ini. Keyakinan tersebut muncul karena perusahaan melihat masih ada potensi besar yang belum tergarap serta dukungan pondasi yang lebih kuat.   

Target tersebut cukup besar mengingat bank pelat merah ini melaporkan perolehan kinerja keuangan kurang signifikan. 

Laba bersih PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) sepanjang 2019 dilaporkan menurun 92 persen dari Rp2,81 triliun pada 2018 menjadi Rp209 miliar.

“ Kami optmistis target laba Rp3 triliun pada tahun ini akan tercapai karena didukung pondasi bisnis yang kuat dan lebih berhati-hati serta potensi bisnis yang masih besar,” kata Direktur Utama BTN, Pahala N. Mansury, di Jakarta, Senin 17 Februari 2020.

Menurut Pahala, sejumlah strategi yang dipersiapkan manajemen di antaranya peningkatan produktivitas. Perusahaan ini juga memaksimalkan berbagai platform tentang kredit dan infrastruktur data.

Strategi lainnya adalah mengembangkan bisnis baru untuk ritel dan wholesale funding. BTN juga siap meningkatkan digitalisasi dan otomatisasi pada tahun ini.

“ Kami juga akan memaksimalkan kemitraan untuk membangun ekosistem di sektor properti dan perumahan,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Fokus di Rumah Kelas Bawah-Menengah

Lebih lanjut, Pahala mengatakan perusahaan akan tetap mengincar potensi pasar rumah di kisaran Rp150 juta-Rp300 juta. BTN menilai pasar ini masih jauh dari “ kepunahan”.

Selain pasar rumah murah, BTN juga melirik perkembangan teknologi yang pesat dan bisa menjadi bisnis yang menarik bagi perumahan.

Sepanjang 2029 lalu, BTN telah aktif menyalurkan kredit sehingga meningkatkan pendapatan bunga dari Rp22,83 triliun di akhir 2018 menjadi Rp25,67 triliun pada 2019 atau naik 12,43 persen yoy.

Converage ratio kami berada di level 50,01% pada Desember 2019 dan terus kami pupuk sehingga di Januari 2020 ini Coverage rationya sudah mencapai 109,47 persen,” kata Pahala.

Bank BTN terus memacu pemupukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). Akhir Desember kemarin, CKPN BBTN berada pada posisi Rp6,14 triliun atau melonjak 85,09 persen yoy dari Rp3,32 triliun.  

“ Kami berfokus pada bisnis yang hati-hati dan berkelanjutan sehingga, kami memilih memupuk CKPN untuk membentuk pondasi bisnis yang kuat dan siap melaju di 2020,” kata dia.

(Laporan: Shania Suha Marwan)

2 dari 6 halaman

BTN Perkuat Cabang Syariah di Aceh

Dream - PT Bank Tabungan Negara (Persero)/BTN memperkuat cabang syariah di Aceh. Perusahaan pelat merah ini mengkonversi cabang konvensionalnya menjadi Kantor Cabang Syariah (KCP).

Tujuannya untuk menyukseskan penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sekaligus meningkatkan bisnis syariah di Aceh.

Dikutip dari Merdeka.com, Selasa 21 Januari 2020, BUMN ini siap mendukung pengembangan ekonomi syariah di Aceh. Dengan konversi empat kantor ini, BTN juga siap menggarap beragam potensi di sektor perumahan di Aceh.

“ Kami berharap konversi ini akan mempermudah masyarakat Aceh mengakses dan menggunakan produk serta layanan syariah, terutama dalam memiliki hunian,” kata Corporate Secretary BTN, Achmad Chaerul, di Jakarta.

 

 © Dream



Empat unit usaha syariah (UUS) yang dikonversi menjadi KCP adalah KCP Syariah Ulee Kareng, KCP Syariah Meulaboh, KCP Syariah Langsa, dan KCP Syariah Lhokseumawe.

Konversi jaringan ini mengikuti kebijakan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Kebijakan tersebut ditetapkan sesuai keistimewaan Aceh dalam pelaksanaan syariat Islam dan memerlukan layanan lembaga keuangan syariah.

Dengan adanya konversi ini, seluruh produk dan layanan perbankan konvensional milik Bank BTN di Aceh akan berganti ke sistem syariah.

" Kami pastikan tidak akan mengurangi hak nasabah konvensional Bank BTN di Aceh dalam proses konversi ini. Kami juga akan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabah kami di Aceh," kata dia.

3 dari 6 halaman

Bisa Genjot Pembiayaan di Aceh

Dengan adanya konversi ini, BTN tercatat memiliki tujuh unit kantor di Aceh dengan rincian 1 Kantor Cabang Syariah, 4 KCP Syariah, 1 Kantor Kas, dan 1 Payment Point.

Dengan armada tersebut, Bank BTN mencatatkan posisi aset di Aceh sekitar Rp1,3 triliun per Desember 2019. Posisi tersebut naik 12,06 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp1,16 triliun pada Desember 2018.

Peningkatan jumlah jaringan kantor syariah Bank BTN di Aceh juga diyakini akan mengakselerasi penyaluran pembiayaan syariah dan penghimpunan dana. Chaerul menyebutkan hingga akhir tahun lalu, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp1,26 triliun di Aceh.

Penyaluran tersebut naik sekitar 11,5 persen yoy dari Rp1,13 triliun pada periode yang sama di 2018.

" Kami melihat potensi bisnis di sektor real estate masih tinggi di Aceh. Kami yakin lini bisnis syariah Bank BTN yang berfokus pada pembiayaan di sektor perumahan akan mampu menggarap berbagai potensi tersebut," kata Chaerul.

4 dari 6 halaman

September 2019, BTN Syariah Salurkan Pembiayaan Rp29,46 Triliun

Dream - BTN Syariah mencatatkan kinerja positif hingga Kuartal III 2019. Pada September lalu, Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ini membukukan penyaluran pembiayaan mencapai Rp29,46 triliun.

Jumlah tersebut naik 19,56 persen year on year (yoy). Di waktu yang sama tahun lalu, pembiayaan yang tersalurkan sebanyak Rp24,64 triliun.

Dikutip dari , Kamis 21 November 2019, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BTN Syariah juga mengalami kenaikan. Porsi kenaikannya mencapai 20,78 persen dari Rp19,54 triliun pada September 2018 menjadi Rp23,6 triliun pada September 2019.

 

 © MEN

 

Hingga bulan ke-11 2019, BTN Syariah menambah jaringan kantor baru. Unit paling baru dibuka yaitu di Kendari, Sulawesi Tenggara yang menjadi Kantor Cabang Syariah (KCS) ke-25 di seluruh Indonesia.

" Upaya kami menghadirkan KCS Kendari merupakan langkah menggairahkan sektor properti di Kendari," kata Direktur BTN, Dasuki Amsir.

BTN ingin menggarap pertumbuhan potensi bisnis properti di Kendari. Hal ini melihat peluang pertumbuhan bisnis properti di Kendari masih besar.

Apalagi, pertumbuhan ekonomi di Kendari masih mendominasi dibandingkan daerah lainnya. Selain itu, mulai naiknya permintaan masyarakat akan layanan perbankan syariah pun menjadi potensi bisnis bagi UUS BTN.

5 dari 6 halaman

KPR Hits BTN Syariah Diminati Milenial, Ini Alasannya

Dream – Produk Kredit Pemilihan Rumah (KPR) syariah terbaru BTN Syariah, KPR Hits,  berhasil menarik perhatian generasi milenial. Produk pembiayaan dari Unit usaha syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk ini memang sengaja dirancang sesuai gaya hidup anak kekinian. 

“ Animo masyarakat bagus sampai saat ini,” kata Kepala Cabang KC BTN Syariah Harmoni, Asvianti Handaru Wulan, kepada Dream, usai acara Dream Iftar Ramadan Office to Office, Jakarta, Rabu 15 Mei 2019.

Asvianti menjelaskan persyaratan yang diharapkan memenuhi kebutuhan dan gaya hidup anak milenial diantaras kemudahan dalam angsuran. KPR Hits membebaskan nasabahnya untuk mengangsur uang muka sebanyak 5 kali sepanjang 30 tahun.

Menurut Asvianti, program KPR dengan masa angsuran tersebut belum pernah dibuat bank manapun di Tanah Air.  

 

 © MEN

 

Dia mengatakan ketertarikan generasi milenial ini didukung oleh gaya hidup mereka yang serba enak.

“ Mereka tertarik sekali karena lifestyle mereka seperti traveling bisa tetap jalan tapi mereka juga punya rumah,” kata Asvianti.

Sekadar informasi, BTN Syariah mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyediakan hunian dalam program sejuta rumah. “ Itu sudah dipenuhi sejak Pak Jokowi mencanangkannya 2-3 tahun lalu,” kata dia.

Menurut data BTN Syariah, pertumbuhan KPR syariah tertinggi terdapat di Jawa Timur dengan 288 nasabah dan penyaluran lebih dari Rp143 miliar serta backlog yang mencapai 894.359 unit.

" Selain itu kita juga memiliki produk KPR lainnya untuk berbagai kebutuhan dan layer ekonomi masyarakat," kata dia.

6 dari 6 halaman

Dukung Masterplan Ekonomi Syariah

Selain itu, Asvianti juga angkat bicara tentang Masterplan Ekonomi Syariah yang belum lama ini diluncurkan. Dia optimistis panduan itu bisa membantu pihaknya untuk menjawab tantangan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Sekadar informasi, salah satu target besar MEKSI adalah meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah menjadi 20 persen selama lima tahun ke depan.

Target tersebut akan berdampak pada permintaan produk dan jasa halal yang mencakup berbagai sektor mulai dari makanan halal, pariwisata halal hingga KPR syariah.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam