Jokowi Pamer Keberhasilan Ekonomi Selama 4 Tahun, Apa Saja?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 16 Agustus 2018 14:01
Jokowi Pamer Keberhasilan Ekonomi Selama 4 Tahun, Apa Saja?
Pernyataan ini disampaikan dala pidato kenegaraan di gedunng DPR/MPR.

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ekonomi Indonesia terus tumbuh di angka yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara lain. Di saat ketidakpastian ekonomi global, Jokowi mengklaim pemerintah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga inflasi, dan menurunkan angka kemiskinan.

Dilansir dari Liputan6.com, Kamis 16 Agustus 2018, ekonomi Indonesia tumbuh di angka 5 persen per tahun. Inflasi juga terjaga di angka 3,5 persen.

“ Bahkan, realisasi inflasi Juni 2018, berhasil ditekan di angka 0,59 persen,” kata Jokowi dalam Pidato Kenegaraan dalam Rangka HUT RI Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di DPR, Jakarta.

Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pengendalian inflasi yang terjaga, membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih berkualitas dan dapat dirasakan dampaknya.

1 dari 2 halaman

Angka Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Jokowi mengatakan angka pengangguran ditekan sampai angka 5,13 persen pada Februari 2018. Untuk menghadapi tumbuhnya generasi produktif, Jokowi melihat Indonesia harus bekerja lebih keras lagi untuk menciptakan dan membuka lapangan kerja baru melalui peningkatan daya saing investasi dan ekspor.

Selama empat tahun terakhir, pemerintah merombak iklim kemudahan berusaha di Indonesia, tujuannya untuk membuat perekonomian Indonesia lebih produktif dan kompetitif.

kebijakan ini juga meningkatkan kemandirian bangsa, sehingga bisa memberikan nilai tambah, terutama pembukaan lapangan kerja baru dan menyerap pengangguran.

Untuk masalah kemiskinan, Jokowi melaporkan pemerintah bisa menekan angka kemiskinan dari 28,59 juta atau 11,22 persen pada bulan Maret 2015 menjadi 25,95 juta atau 9,82 persen pada Maret 2018.

2 dari 2 halaman

Angka Ketimpangan Ditekan

Jokowi mengatakan pemerintah memperluas cakupan Program Keluarga Harapan (PKH). Dari 2,7 juta penerima pada 2014, jumlah penerima PKH meningkat jadi 6 juta pada 2016 dan secara bertahap meningkat menjadi 10 juta pada 2018.

Jumlah penerima bantuan (PBI), JKN telah ditingkatkan secara bertahap. Dari 86,4 juta jiwa pada 2014 menjadi 92,4 juta jiwa pada Mei 2018. Total kepesertaan BPJS Kesehatan sendiri telah mencapai lebih dari 199 juta orang dan akan terus ditingkatkan agar jangan ada rakyat Indonesia yang tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan karena kendala biaya.

Mantan gubernur DKI Jakarta mengatakan keadilan ekonomi menjadi perhatian serius dari pemerintah, terutama keadilan bagi 40 persen lapisan masyarakat di bawah.

“ Kami bersyukur bisa mencapai tingkat ketimpangan terendah dalam 6 tahun terakhir, yaitu rasio gini sudah turun menjadi 0,389. Tapi, upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak pernah berhenti,” kata dia.

 

(Sumber: Liputan6.com/Septian DenyPebrianto Eko Wicaksono)

Beri Komentar