Dream - Bursa saham syariah terkoreksi dalam setelah muncul sentimen negatif dari regional. Investor pun memilih melepas portofolionya untuk mengamankan posisi.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 30 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 1,283 poin ke level 142,369.
Tekanan jual juga melanda indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Terpangkas 7,65 poin, indeks JII membuka awal pekan di level 593,394.
Hingga satu jam perdagangan, kedua indeks acuan saham syariah ini belum mampu keluar dari tekanan jual.
ISSI tercatat turun 1,918 poin (1,34%) ke level 141,734. Sementara indeks JII terpangkas 10,416 poin (1,73%) ke level 590,628.
Seluruh indeks acuan sektoral bergerak melemah dengan koreksi terdalam dialami infrastruktur yang turun 1,50 persen, disusul industri aneka 1,32 persen, dan perdagangan 1,25 persen.
Aksi jual investor telah menyeret 93 emiten syariah masuk zona negatif. Hanya 44 emiten yang bisa masuk zona hijau dan 32 lainnya bertahan stagnan.
Kondisi mengkhawatirkan terlihat dari jajaran emiten penghuni JII. Hampir seluruh penghuni JII, atau 26 emiten, bergerak lemah. Beruntung masih ada 4 emiten JII yang bisa bergerak menguat.
Transaksi perdagangan saham diawal pekan ini mencapai Rp 609,25 miliar.
Pelaku pasar pagi ini juga belum bisa berharap banyak pada investor asing. Pagi ini asing justru mencetak nett sell hingga Rp 136 miliar.