'Booming' Bisnis Wisata Halal Bakal Lewati Wisata Konvensional

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 18 Agustus 2015 12:45
'Booming' Bisnis Wisata Halal Bakal Lewati Wisata Konvensional
Banyak pemain wisata syariah mulai menyadari pasar gemuk yang menarik ini.

Dream - Kapal pesiar halal pertama yang diluncurkan Turki pada September tahun ini menjadi bukti semakin berkembangnya industri halal. Jasa wisata halal ini tahu betul dengan nilai sektor pariwisata halal global yang cukup besar bernilai US$ 145 miliar pada 2014.

Selain tidak menjual alkohol atau produk yang mengandung babi, di kapal pesiar juga tidak menyediakan arena permainan judi yang seolah menjadi menu wajib bagi sebuah kapal pesiar.

Dengan populasi muslim dunia yang diperkirakan meningkat dari 1,6 miliar menjadi 2,2 miliar pada 2030, wisata halal diyakini akan melebihi pertumbuhan setiap sektor pariwisata lainnya dalam empat tahun ke depan.

Indeks Wisata Muslim Global (GMTI) 2015 yang dirilis MasterCard-Crescentrating, mencatat sektor pariwisata halal diperkirakan tumbuh menjadi US$ 200 miliar pada 2020.

" Wisata halal akan menjadi pasar yang sangat kompetitif dan banyak organisasi pariwisata menyadari potensi pasar gemuk yang menarik ini," kata Andy Buchanan, Ketua World Travel Halal Summit yang akan digelar di Abu Dhabi pada Oktober depan, seperti dikutip laman thenational.ae, Selasa, 18 Agustus 2015.

Pariwisata halal pada dasarnya mempertimbangkan kebutuhan wisatawan muslim, termasuk makanan halal, fasilitas berdoa dan tempat terpisah untuk pria dan wanita. Pariwisata jenis ini adalah subkategori pariwisata umum yang khusus memenuhi mereka yang mengedepankan aturan syariah.

Pertumbuhan pariwisata halal didorong oleh beberapa faktor, menurut Fazal Bahardeen, CEO Crescentrating --perusahaan pemeringkat pariwisata halal di Singapura yang diakui dunia.

Menurut Bahardeen, pariwisata halal tumbuh karena populasi muslim yang meningkat,terutama dari kelas menengah dan tersedianya berbagai tujuan wisata di seluruh dunia yang mulai menyadari peluang besar dari pariwisata ini.

" Semakin banyak muslim sekarang sangat tertarik untuk mengeksplorasi tujuan baru. Namun, banyak tujuan wisata tersebut yang belum mampu menyediakan kebutuhan wisatawan muslim yang jumlahnya selalu meningkat," kata Bahardeen.

Chrisa Chatzisavva adalah pengusaha yang berharap bisa mengubah kekurangan tersebut. Dia adalah pendiri pariwisata halal MuslimBreak.com yang 'menawarkan muslim kesempatan untuk menikmati liburan impian mereka tanpa merasa khawatir'.

" Tempat-tempat yang kami tawarkan 100 persen disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup wisatawan muslim. Mereka tidak perlu ragu dengan makanan halal, tempat beribadah atau kamar halal," kata Chatzisavva.

Selain pariwisata halal online, hotel halal juga sudah mulai banyak berdiri di berbagai negara. Bahkan beberapa hotel non-halal telah menyesuaikan beberapa layanannya agar bisa memenuhi kebutuhan tamu muslim.

Di seluruh Eropa, hotel-hotel sekarang menyediakan staf berbahasa Arab, saluran televisi Arab dan kamar dengan tanda kiblat, sajadah dan makanan halal. Beberapa hotel tidak menyediakan alkohol dan klub malam. Selama Ramadan dan Idul Fitri mereka menyajikan menu khusus.

Menurut GMTI 2015, tujuan wisata halal terbesar di dunia adalah Malaysia, diikuti oleh Turki dan Uni Emirat Arab. Negara-negara ini melayani wisatawan muslim lebih baik daripada negara lain. Dan kini negara-negara lain mulai berlomba-lomba menyusul ketiga negara tersebut.

" Selama 18 bulan terakhir, kami telah melihat kesadaran dan minat negara-negara penyedia tujuan dan layanan wisata halal," kata Bahardeen. " Sekarang ada entitas Crescentrating di lebih dari 50 negara."

Bulan lalu, Otoritas Pariwisata Thailand bergabung dengan gerakan pariwisata halal dengan meluncurkan aplikasi mobile pertama yang dirancang untuk membantu pengunjung muslim menemukan masjid, restoran dan hotel halal, pusat perbelanjaan dengan ruang salat dan fasilitas penting lainnya di negeri tersebut.

Pariwisata halal menjadi pilihan terbaik bagi muslim. Sanila Basim dari Abu Dhabi mengatakan dia lebih suka resor yang ramah bagi muslim. Setiap akan berlibur, Sanila akan memeriksa apakah di tempat wisata yang ditujunya menyediakan makanan halal.

" Saya tidak pernah pesan perjalanan wisata online. Tetapi saya mendengar dari teman-teman ada beberapa situs yang menawarkan wisata halal, khususnya yang ramah bagi keluarga yang membawa anak-anak," katanya.

Beri Komentar