Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Ilustrasi
Dream - Walaupun sudah banyak larangan mengenai minuman keras ataumiras oplosan, tetapi masih juga ada yang menenggak minuman itu. Menurut Kepala Instalasi Farmasi RSUP Fatmawati, Ahmad Subhan, miras oplosan memiliki efek berbahaya jangka panjang.
" Selain dalam Islam diharamkan, dari segi kesehatan itu efeknya seumur hidup. Kandungan metanolnya bisa berisiko kematian," kata Ahmad Subhan saat berbincang dengan Dream.co.id. Selasa 9 Desember 2014. " Mau satu kali minum atau sering, usus akan matang dan hangus karena ada efeknya seperti membakar."
Ahmad melanjutkan, kasus yang paling ringan yang diderita penggemar miras oplosan adalah keracunan. Dan yang paling berisiko yaitu kematian.
" Penanganannya harus terus kuras lambung, karena zat-zat berbahaya mengumpul di sana. Metanol yang tidak murni saja atau spirtus dampaknya sudah bahaya apalagi kalau yang 96 persen atau metanol murni," kata Ahmad.
Apoteker Abdul Mutholib juga menambahkan, miras oplosan metanol dapat menyebabkan kerusakan pada liver. Spirtus atau metanol sangat mudah diserap tubuh.
" Dalam liver, metanol dioksidasi menjadi formalin kemudian menjadi asam format. Waktu pengaruhnya 20-24 jam, sehingga menyebabkan kerusakan liver dan efek toksik pada tubuh," tambah Abdul.
Spirtus atau metanol sangat mudah diserap tubuh. Baik dengan rute pemberian oral, inhalasi, topikal dan lain-lain. " Metanol dioksidasi tubuh menjadi formaldehid (formalin) kemudian dimetabolisir lebih lanjut menjadi asam format. Asam format ini yang menyebabkan berbagai efek toksik pada tubuh," katanya.
Metanol dengan dosis besar dapat menyerang sistem saraf pusat sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Kadar normalnya di bawah 5 persen. " Kalau sudah lebih dari itu maka akan menyerang sistem saraf pusat, merusak jaringan, metabolisme tubuh semakin berkurang dan enzimnya rusak. Kematiannya ditandai dengan gagal napas," kata Abdul. (Ism)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan