Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Selama Ini, Top Up Uang Elektronik Tak Dikenakan Biaya Oleh Bank.
Dream – Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja, angkat bicara tentang polemik biaya isi ulang uang elektronik. Jahja mengatakan pengenaan biaya di kartu ini bisa membantu biaya operasional bank untuk menerbitkan kartu tersebut.
Jahja mengakui perusahaan selama ini harus merogoh kocek hingga Rp80 miliar untuk menerbitkan uang elektronik dalam setahun. Biaya ini diantaranya digunakan untuk distribusi, pemeliharaan mesin electronic data capture (EDC), dan lainnya.
"Di lapangan itu perlu ada biaya instalasi di situ dari kayak jalan tol. Kita di jalan tol dalam kota ini ada 35 ya. Ada yang pasang ada yang service dan nanti ke depan dengan Jasa Marga juga kita harus ada bayar berapa gitu," kata dia di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com, Rabu 19 September 2017.
Bank swasta terbesar di Tanah Air ini diketahui telah menerbitkan 13 juta keping uang elektronik. Dari belasan juta kartu tersebut, yang aktif ternyata hanya 4,5 juta keping.
“Nah, dari yang 4,5 juta keping itu, (saldonya) tidak lebih dari Rp40 ribu,” kata Jahja.
Jahja memperkirakan total dana endapan di uang elektronik itu sebesar Rp200 miliar. Keuntungan yang didapatkan melalui bisnis uang elektronik sebesar 6-7 persen atau Rp15 miliar, sedangkan biaya yang dirogoh sebesar Rp80 miliar.
“Kita tekor Rp65 miliar,” kata dia.
Jahja akan mengikuti aturan Bank Indonesia (BI) tentang isi ulang uang elektronik. Kalaupun digratiskan, pihaknya tak keberatan.
“Kalau buat layanan masyarakat, mau dikasih gratis saya juga oke,” kata dia.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari