Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan menurunkan porsi investasi dana haji di perbankan syariah yang selama ini diterima sebagai dana pihak ketiga (DPK). Dengan kebijakan baru tersebut, ini, BPKH meminta perbankan syariah untuk berinovasi dalam produk investasi agar dapat kembali menampung dana haji.
"Bank wajib menggali untuk produk investasi. Harus ada inisiatif untuk diversifikasi produk," kata Koordinator Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu, dalam Dialog BPKH di Jakarta, Selasa, 10 Oktober 2017.
Anggito mengatakan porsi penempatan dana haji di bank syariah, sebesar 55 persen akan berkurang secara bertahap menjadi 30 persen pada 2022. Selama ini, dana tersebut ditempatkan pada produk deposito syariah.
Di luar deposito syariah di sejumlah perbankan, kata Anggito, dana haji juga ditempatnya di Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI), Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN), sukuk korporasi, dan investasi langsung.
Untuk tahun 2018, porsi penempatan dana haji di SDHI mencapa 35 persen, SBSN 5 persen, dan sukuk korporasi 8 persen.
Sedangkan pada 2022, porsi tersebut akan berubah menjadi 30 persen di SDHI, 30 persen SBSN, 10 persen sukuk korporasi, dan 20 persen investasi langsung.
Untuk penempatan di investasi langsung, Anggito menyatakan proses migrasi mulai dijalankan dua tahun lagi. "Tahun 2019 kami akan (mulai) migrasi ke investasi langsung," kata dia.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'