BRIsyariah Membidik Pembiayaan Sebesar Rp22 Triliun Sampai Akhir Tahun 2018.
Dream – PT Bank BRIsyariah Tbk membidik pembiayaan sebesar Rp22,68 triliun tahun ini. Dibandingkan setahun yang lalu, target tersebut meningkat sekitar 14-15 persen.
Direktur BRIsyariah, Wildan mengtakan sektor komersial masih mendominasi porsi penyaluran pembiayaan dari perusahaan. Sektor ini menyumbang antara 30-34 persen dari total pembiayaan
Sisanya, BRISyariah akan memacu pembiayaan untuk sektor ritel.
“ Keseimbangan antara penyaluran pembiayaan komersial dan ritel selalu kami jaga. Hanya saja, kami fokus pembiayaan komersial jangka pendek karena bisa memperbesar aset,” kata dia.
Sekadar informasi, BRIsyariah mencatat kinerja pembiayaan yang baik. Hingga Mei 2018, bisnis pembiayaan perusahaan mencapai Rp20,42 triliun atau tumbuh 11,5 persen dari periode yang sama setahun lalu sebesar Rp18,31 triliun.
Disamping memacu pertumbuhan, Wildan memastikan perusahaan akan terus berusaha menjaga rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF). Angka NPF BRIsyariah saat ini berada di bawah 5 persen, yaitu 4,32 persen.
“ Kami terus menargetkan NPF di bawah koridor acuan OJK,” kata dia.
Untuk menjaga angka NPF, Wildan mengatakan BRIsyariah melakukan berbagai upaya, seperti merestrukturisasi pembiayaan yang macet.
“ Kalau tak bisa direstrukturisasi, ya, kami jual atau lelang,” kata dia.
(Sah)