BUMN Ramai-Ramai Bantu Merpati Terbang Lagi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 17 Oktober 2019 08:14
BUMN Ramai-Ramai Bantu Merpati Terbang Lagi
Akhirnya, Merpati bangun dari `mati suri`.

Dream - Kabar baik berembus dari PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Maskapai pelat merah ini dibantu Garuda Indonesia dan sembilan Badan Usaha Milik Negara untuk bisa kembali bangkit.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, berharap, dukungan akselerasi kinerja Merpati mendorong kemajuan industri penerbangan nasional serta memperkuat pergerakan perekonomian nasional melalui akses jaringan penerbangan.

" Khususnya layanan kargo yang nantinya dilayani oleh Merpati ini," kata Ari, dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 16 Oktober 2019.

Dukungan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama oleh Ari dan Direktur Utama Merpati, Asep Ekanugraha, serta direksi sembilan BUMN. Penandatanganan itu juga disaksikan Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah.

Perjanjian kerja sama tersebut meliputi Pelayanan Kargo Udara, Ground Handling, Maintenance Repair & Overhaul (MRO), dan Training Center,

 Sepuluh BUMN membantu Merpati.

Selain Garuda Indonesia, BUMN lain yang terlibat dalam kerja sama ini adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), serta Himbara yang terdiri dari Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI.

1 dari 4 halaman

Jadi Momentum Merpati

Menurut Ari, melalui sinergi ini, Garuda Indonesia, Kementerian BUMN, serta BUMN lainnya, berharap dapat memberikan dukungan positif. Mereka optimistis Merpati dapat memaksimalkan potensi yang ada.

Ke depannya, diharapkan Merpati dapat terus meningkatkan kinerja dan menjadi kekuatan baru untuk menyediakan layanan transportasi udara di Indonesia.

Sementara, Asep mengatakan bahwa dukungan kepada Merpati bisa memperkuat pondasi operasional perusahaan. 

 Sepuluh BUMN membantu Merpati (1)

2 dari 4 halaman

Kerja Sama Bisnis

Garuda bersama BUMN-BUMN lainnya mendukung pengelolaan usaha kargo Merpati melalui aktivitas pelayanan pengiriman barang-barang di wilayah Papua. Merpati juga bertindak sebagai agen pemasaran yang menyediakan layanan untuk perawatan turbin dari Pertamina dan PLN yang difasilitasi oleh MRO Merpati Nusantara Group dan Garuda Indonesia Group.

Sedangkan dalam usaha training centre, Garuda Indonesia akan berpartisipasi dalam mengelola pusat pendidikan milik Merpati Nusantara agar ke depannya unit usaha ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan besar Merpati.

Pada kesempatan yang sama, agar tercapai sinergi usaha yang saling menguntungkan antar BUMN, Garuda Indonesia dan sembilan BUMN juga akan menanda tangani kerja sama perjalanan dinas dan non dinas pada rute internasional. 

3 dari 4 halaman

Lepas Merpati, Pemerintah Siap Atau Tidak?

Dream – Putusan nasib PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) sudah keluar. Pengadilan Niaga Surabaya memutuskan Merpati tidak pailit dengan pertimbangan ada investor yang siap menyuntikkan dana.

Kabar ini menjadi angin segar bagi maskapai yang telah vakum sejak 2013 agar bisa terbang kembali. Keputusan ini juga menandakan Merpati harus melunasi utang-utangnya kepada kreditur.

Lantas bagaimana dengan pemerintah? Apakah siap untuk “ melepas” Merpati?

Dikutip dari Liputan6.com, Kamis 15 November 2018, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap melepas sahamnya hingga 0 persen kepada pihak swasta yang menjadi investor.

Jika dilepas semuanya, Merpati tak lagi menjadi perusahaan pelat merah. Sekadar informasi, Kementerian BUMN merupakan salah satu pemegang saham Merpati.

 

 

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius K. Ro, mengatakan keputusan melepas Merpati kepada investor menjadi salah satu pilihan yang terbaik.

“ Kalau dipailitkan, berarti, kan kewajiban dia membayar utang ke pemerintah, ke karyawan, kan, hilang begitu saja. Kalau jalan lagi, mereka saat ini bisa dibayar. Itu lebih baik,” kata Aloy kepada Liputan6 di Jakarta.

Dia mengatakan skema itu sudah pernah disampaikan kepada DPR RI dua tahun yang lalu. Ketika itu, Merpati belum menemui investor. Hal ini berbeda dengan PT Intra Asia Corpora yang siap menyuntikkan dana Rp6,4 triliun.

Kalau kreditur setuju proposal yang diajukan Merpati untuk bisa bangkit lagi, Aloy mengatakan ada beberapa tahap yang harus dilalui sebelum maskapai ini benar-benar bisa menerbangkan pesawat.

Seperti membawa proposal ke Rapat Koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk dibahas dengan tim privatisasi kemudian hasilnya dibawa ke DPR RI. Aloy mengatakan pemerintah cari pembanding untuk bisa membuktikan kelayakan investor.

“ Baru setelah itu, kami lakukan uji kelayakan investornya. Dananya benar ada atau tidak. Skema bisnis ke depan seperti apa, macam-macam,” kata dia.

Apakah Merpati bisa terbang lagi tahun 2019? Aloy tidak bisa memastikan hal itu.

“ Saya tidak bisa pastikan. Kalau memang ini urgent, kan, bisa segera dipastikan dan juga tergantung kesiapan investornya sendiri. Selain itu, juga masih ada pengurusan izin usaha penerbangan dan AOC-nya,” kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Kemenkeu Masih Setengah Hati?

Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan sikap masih menimbang-nimbang keinginan Merpati untuk kembali terbang pada 2019. Alasannya, maskapai ini belum memiliki rencana kerja yang kredibel dan mengajukan permintaan berupa pelepasan jaminan aset.

“ Tentu, kami tidak happy kalau kemudian mendapatkan proposal yang tidak kredibel. Apalagi, kalau diikuti permintaan bahwa utang jaminannya dilepaskan. Bagaimana ini proposal tak kredibel, jaminannya disuruh lepas. Sangat tidak fair,” kata Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu, Isa Rahmawatarwarta, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com.

Isa mengatakan permintaan pelepasan jaminan aset atas utang Merpati dilakukan agar perusahaan bisa menambah modal dalam pengembangan bisnis. Utang Merpati kepada Kemenkeu mencapai Rp2,5 triliun.

“ Itu mereka ada barang mereka yang sekarang dijaminkan karena Merpati ini masih punya utang kepada pemerintah. Ada barang yang dijaminkan. Calon investor bilang supaya lebih ringan. Supaya bisa ini dan itu, jaminannya kembalikan ke kami sehingga bisa dijual atau apa. Bisa jadi tambahan buat mereka,” kata dia.

Meskipun demikian, Isa mengatakan pemerintah tidak akan memenuhi permintaan itu. Penahanan jaminan merupakan salah satu upaya pemerintah agar utang yang belum lunas bisa dibayarkan ke depan.

“ Kalau punya utang dan punya barang jaminan, senang memang tiba-tiba tidak punya barang jaminan? Kan, malah tidak secure (tidak aman). Gitu saja. Jadi, malah tidak secure (tidak aman). Gitu saja. Jadi, sesuatu yang fair, kalau punya piutang dan ingin secure (maka ditahan asetnya),” kata dia. 

 

(ism, Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya, Merdeka.com)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik