Bursa Syariah Kembali Rontok di Awal Pekan

Reporter : Syahid Latif
Senin, 11 Januari 2016 16:25
Bursa Syariah Kembali Rontok di Awal Pekan
Investor asing tak mengurangi aksi jual saham dengan mencetak nett sell hingga Rp 688 miliar.

Dream - Bursa saham Indonesia kembali gugur di awal pekan. Gelombang aksi jual saham yang dilakukan investor menyeret indeks syariah terjun ke zona negatif.

Koreksi dalam Indeks Saham Syariah Indonsia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ini terjadi di saat kurs rupiah terhadap dolar AS justru mulai kembali membaik.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 11 Januari 2016, ISSI tersungkur 2,678 poin (1,87%) ke level 140,845.

Koreksi lebih dalam dicetak indeks saham bluechips syariah, JII yang terjun 13,777 poin (2,29%) ke level 586,707.

Indeks acuan syariah sepanjang perdagangan awal pekan ini mendekam di zona merah. ISSI Bahan sempat terjun bebas ke level terendahnya di 140,698.

Aksi jual investor mendorong 129 emiten syariah mendekam di zona negatif. Sementara 38 lainnya berhasil melaju di teritori hijau dan 44 emiten ISSI bertahan stagnan.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,78 triliun dengan 19,97 miliar saham berpindahtangan.

Seluruh indeks sektor saham bergerak melemah dipimpin emiten infrastruktur 2,02 persen, properti 1,98 persen, dan industri dasar 1,98 persen.

Di jajaran saham bluechips syariah, hanya ada 2 emiten yang bertahan di zona hijau. Sisanya, terpuruk di zona negatif.

Saham-saham unggulan syariah yang bergerak menguat itu adalah SILO dengan kenaikan Rp 100 dan LPPF Rp 25 per saham.

Sebaliknya, jajaran top losser indeks bluechips dihuni emiten INTP yang turun Rp 850, UNVR Rp 850, AKRA Rp 400, UNTR Ep 375, dan SMGR Rp 275 per saham.

Di awal pekan ini, laju bursa saham Indonesia memang tengah berada dalam tekanan besar. Indes Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 80,805 poin (1,78%) ke level 5.465,483.

Investor asing tak mengurangi aksi jual besar-besaran dengan mencetak nett sell hingga Rp 688 miliar.

Beri Komentar