Cek Fakta: Prabowo Sebut Gaji Gubernur Rp8 Juta, Benarkah?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 18 Januari 2019 11:13
Cek Fakta: Prabowo Sebut Gaji Gubernur Rp8 Juta, Benarkah?
Capres pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto,menyayangkan gaji gubernur yang kecil.

Dream – Dalam Debat Capres 2019 semalam, Capres pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyinggung gaji gubernur. Dia mengatakan gaji gubernur hanya Rp8 juta.

Prabowo menyayangkan kecilnya gaji-gaji mereka yang bekerja untuk pemerintah. Dia menyebut gaji kecil para aparat negara bisa memicu korupsi karena tak realistis.

" Sebagai contoh bagaimana bisa seorang gubernur gajinya Rp 8 juta, kemudian dia mengelola Jawa Tengah yang lebih besar dari Malaysia, dengan APBD begitu besar, ini tidak realistis," kata Prabowo.

Hmm... benarkah demikian? 

 

(Ism, Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)

1 dari 3 halaman

Ini Faktanya

Menurut Keputusan Presiden RI No. 86 tahun 2001 menyebutkan besarnya tunjangan jabatan Kepala Daerah Provinsi adalah sebesar Rp5,4 juta.

Lalu, gaji gubernur sebesar Rp3 juta sesuai dengan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan. Total yang diterima gubernur sebesar Rp8,4 juta.

Namun, Prabowo tidak menyebutkan tunjangan operasional. Tunjangan operasional seorang gubernur dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 109 Tahun 2000 tentang Hak Keuangan/Administrasi, yaitu 0,12-0,15 persen dari pendapatan asli daerah.

Berdasarkan data resmi pemprov Jateng, PAD Jawa Tengah per 2017 mencapai Rp12,5 triliun, sehingga jika dikalkulasikan tunjangan operasional gubernur sekitar Rp15 miliar hingga Rp18,75 miliar.

Sementara pada 2019 ini, PAD yang diterima sudah mencapai Rp438 miliar, padahal ini masih awal tahun.

Dari angka sampai hari ini, kisaran 0,12 persen-0,15 persen dari angka tersebut relatif besar, minimal tunjangan operasional gubernur mencapai Rp 525 juta pada 0,12 persen hingga Rp657 juta pada 0,15 persen. Baca juga: Cekfakta.com

2 dari 3 halaman

Keraguan Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sendiri sangsi mengenai menambah gaji untuk menekan korupsi.

" Menurutmu apa gaji besar akan menekan korupsi? - (dilarang nyinyir & hrs konstruktif)," ucap Ganjar dalam Twitternya.

Ganjar Pranowo ragu kenaikan gaji akan memperkecil celah korupsi.© Akun Twitter Ganjar Pranowo

(Sumber: Akun Twitter @ganjarpranowo)

3 dari 3 halaman

Debat Jokowi vs Prabowo Soal Gaji Birokrat Kecil

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengadakan debat Calon Presiden (capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pertama. Tema yang diambil adalah Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

Dalam debat tersebut, Prabowo menyatakan bahwa penghasilan para birokrat saat ini tidak realistis karena di bawah beban kerja. Dia melanjutkan, jika terpilih, akan memperbaiki birokrasi.

Selain itu, Prabowo juga akan menaikkan tax ratio yang saat ini hanya 10 persen menjadi 16 persen. Hal tersebut agar pendapatan negara bertambah sehingga bisa menggaji lebih besar semua birokrat.

" Sebagai contoh bagaimana bisa seorang gubernur gajinya Rp8 juta, kemudian dia mengelola Jateng (Jawa Tengah) yang lebih besar dari Malaysia, dengan APBD begitu besar, ini tidak realistis," kata dia.

Namun hal tersebut ditepis oleh calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi). " Saya tidak setuju karena gaji ASN kita sudah cukup dengan tambahan tunjangan kinerja yang besar," kata dia.


(ism, Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)

Beri Komentar