CEO AirAsia: Ini Mimpi Terburuk

Reporter : Syahid Latif
Senin, 29 Desember 2014 10:05
CEO AirAsia: Ini Mimpi Terburuk
CEO Tony Fernandes mengaku tragedi hilangnya pesawat Air Asia tujuan Surabaya-Singapura menjadi mimp terburuk yang pernah dialaminya. Apa lagi curhat CEO maskapai asal Malaysia ini?

Dream - Tragedi hilangnya pesawat Air Asia QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura benar-benar memukul hati CEO Air Asia, Tony Fernandes. Tragedi pertama armada Air Asia di Indonesia ini bahkan dianggap sebagai mimpi terburuk yang pernah dialaminya.

" This is my worse nightmare. But there is no stopping (Ini mimpi terburuk saya. Namun kami takkan berhenti)," kata Tony Fernandes dalam akun twitternya seperti dikutip Dream, Senin, 29 Desember 2014.

Tony mengaku terharu dengan desarnya dukunganya yang diberikan publik terhadap kasus kecelakaan ini. Dukungan kepada CEO Air Asia ini terutama mengalir dari perusahaan maskapai lain.

Dalam akun sosial medianya, Tony tak lupa berpesan kepada para stafnya untuk tetap kuat dan terus melanjutkan upaya terbaiknya.

Informasi terakhir menyebutkan pesawat Air Asia jenis Airbus 320 tujuan Surabaya-Singapura hilang kontakdi sekitar Teluk Kumai pukul 06.17 WIB.

Malinda Yasmin, Communications AirAsia Indonesia mengatakan pesawat hilang kontak dengan air traffic control pada pukul 07.24 waktu Singapore kemarin pagi. 

" AirAsia Indonesia dengan menyesal mengonfirmasi bahwa pesawat dengan nomer QZ8501 dari Surabaya menuju Singapura," katanya, Minggu (28/12).

" Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kondisi terkini mengenai status penumpang dan crew member dari pesawat tersebut, dan kami akan memberikan informasi terkini jika sudah mendapatkan informasi lebih lanjut," tambah dia. (Ism)

Beri Komentar