Cerita Rasulullah tentang Penagih Utang yang Pemaaf

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 4 Juli 2017 06:20
Cerita Rasulullah tentang Penagih Utang yang Pemaaf
Penagih utang ini mengikhlaskan utang-utang yang sulit dibayar pengutang. Bagaimana akhir kisahnya?

Dream – Sahabat Dream, mungkin pernah mengalami perasaan kesal saat penagih utang datang mendadak. Apalagi mereka menagih utang dengan cara membentak yang membuat emosi kita ikut tersulut. 

Sebagai pemberi utang, memang sudah menjadi hak mereka untuk meminta uang pinjaman dikembalikan. Namun alangkah eloknya, jika gaya menagih dilakukan dengan baik-baik. Apalagi jika peminjam tak ada niat untuk kabur dari kewajiban. 

Rasulullah SAW pernah bercerita tentang seorang pria yang tidak pernah berbuat baik. Akan tetapi, dia termasuk sebagai orang yang gemar memberikan utang kepada banyak orang.

Ada satu hal yang menarik dari orang tersebut. Dia berpesan kepada petugas tagihnya untuk mengambil piutang yang mudah. Jika ada utang yang sulit dikembalikan, pria ini meminta petugas itu untuk merelakannya.

“ Ambilah piutang dari yang mudah-mudah dan maafkanlah (relakanlah) yang sulit-sulit. Semoga Allah memaafkan (kesalahan-kesalahan) kita,” ujar pria itu dilansir dari nu.or.id, Selasa 4 Juli 2017.

Lalu, ketika pria ini meninggal dunia, Allah SWT bertanya kepada pria tersebut tentang kebaikan yang diperbuat. Lelaki ini menjawab selama hidup dirinya belum pernah melakukan kebaikan.

“ Hanya saja hamba memiliki pelayan dan gemar memberikan utang kepada orang-orang. Tiap hamba suruh pelayan itu menagih utang, hamba katakana, ‘Ambilah piutang dari yang mudah-mudah dan maafkanlah yang sulit-sulit. Semoga Allah memaafkan (kesalahan-kesalahan) kita’,” kata pria ini.

Ternyata jawaban yang diberikan pria itu ....baca selengkapnya di sini.

Beri Komentar