Pekerja Sedang Mengerjakan Sebuah Proyek Infrastruktur (Antarafoto.com)
Dream - Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Jin Liqun menyatakan lembaganya dijadwalkan akan mulai beroperasi pada kuartal II tahun 2016 mendatang.
Seperti dikutip dari Gulf News, Kamis, 3 Desember 2015, pada gelombang pertama, diperkirakan bank ini akan langsung menggelontorkan pinjaman sekitar US$ 10 miliar-15 miliar atau sekitar Rp 210 triliun dalam 5-6 tahun mendatang.
Liqun menyebutkan ada sekitar 30 negara ingin bergabung dalam AIIB. Pihak AIIB pun berharap bisa merekrut tokoh profesional yang memiliki kualitas dunia untuk bergabung dalam bank ini.
Untuk mengoperasikan bank pembangunan ini, Liqun menegaskan lembagannya masih akan menggunakan mata uang dollar Amerika Serikat sebagai menjadi mata uang utama. Namun, pihaknya akan mempertimbangkan pembiayaan dengan mata uag lain, termasuk yuan.
Bank AIIB menempatkan diri terpisah dari Bank Dunia. Bank ini sebagai bentuk `perlawanan` dari dominasi Amerika Serikat dalam keuangan global yang kurang memfasilitasi kepentingan negara-negara berkembang.
Pihak China pun hampir frustasi dengan selalu tertundanya pengakuan yuan sebagai mata uang acuan.
Advertisement

Hidupkan Ramadanmu, Teh Celup Sosro Hadirkan Kehangatan Berbuka

OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%


Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia

Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia


OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%