KOTRA Dorong Kemajuan Pendidikan Bisnis di Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 21 September 2018 06:16
KOTRA Dorong Kemajuan Pendidikan Bisnis di Indonesia
Salah satunya melalui pendidikan ini.

Dream – Hubungan Indonesia dan Korea Selatan semakin erat. Tak hanya di bidang perekonomian, kedua negara semakin meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan bisnis.

Kerja sama terbaru dilakukan dalam bentuk program tanggung jawab sosial (CSR) skala didunia yang dimiliki Korea Trade Investment Promotion Agency (KOTRA). Program ini  mendorong terbentuknya lingkungan bisnis melalui kerja sama dengan negara berkembang dan perusahaan dari suatu negara.

Dalam program di Inondesia, KOTRA bersama PT PEP Traning Center menggelar loka karya (workshop) dengan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker), Politeknik Bhakti Kartini, dan perguruan tinggi.

Dikutip dari keterangan tertulis KOTRA, yang diterima Dream, Jumat 21 September 2018,  Direktur Enesteble, Lee Eenju menyumbangkan empat perangkat software laisons untuk riset Ubiquitous Based Test (UBT) dan Ubiquitous Based Learning (UBL) untuk Polteknaker dan Politeknik Bhakti Kartini.

Workshop ini juga berjalan atas berjasama Indonesia dengan Universitas Nepal, Tribuvan dan Universitas Vietnam Hue. Kedua universits ini dianggap mempunyai kesamaan dalam pengalaman.

Diharapkan melalui kerjasama dengan lembaga pendidikan Indonesia, UBT dan UBL ini dapat ditransferkan kepada masyarakat Indonesia.

Kepala Perdagangan dan Pimpinan Pusat KOTRA di Jakarta, Kim Byungsam, mengatakan, kegitan CSR untuk pendidikan UBT, SDM di bidang teknologi dapat dibina. Ini merupakan kebijakan baru selatan pemerintah Korea Selatan.

Diharapkan melalui kebijakan baru, hubungan kerja sama pengembangan pendidikan bisnis berkualitas ini dapat terwujud.

Selanjutnya melalui Enesteble ini tim Pengajar dari sekolah tinggi Korea dan Indonesia, termasuk Vietnam dan Nepal, akan mengadakan riset tentang pendidikan ICT dan pelatihan / tugas pendidikan (TVET: Technical, Vocational education and training). Pelatihan dan tugas pendidikan ini akan dijadikan model dan dikembangkan di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, workshop kali ini berlangsung pada 17—20 September 2018. Workshop dihadiri para perwakilan dari POLTEKNAKER dan BK POLITEKNIK, Kementerian Tenaga Kerja, BBPP, UNPAS, UIN, BNSP, UNINDRA, PT PEP dan lain-lain, jumlahnya sebanyak 70 orang.(Sah)

Beri Komentar