Cuti Bersama Lebaran Tahun 2020 Terlama Kedua Sepanjang Sejarah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 9 Maret 2020 17:35
Cuti Bersama Lebaran Tahun 2020 Terlama Kedua Sepanjang Sejarah
Tahun ini, cuti bersamanya hanya lima hari.

Dream - Pemerintah telah merevisi jumlah cuti bersama tahun 2020. Dengan kebijakan baru yang telah disepakati tiga kementerian, hari cuti bersama tahun ini bertambah sebanyak empat hari.

Dua tambahan cuti bersama adalah untuk Lebaran tahun 2020. Sementara dua cuti bersama lainnya ditetapkan untuk hari libur nasional Tahun Baru Islam pada 21 Agustus 2020, dan Maulid Nabi Muhammad tanggal 30 Oktober 2020.

(Baca: Resmi! Cuti Bersama 2020 Ditambah 4 Hari, Catat Tanggalnya)

Dengan kebijakan baru hari libur nasional dan cuti bersama 2020 ini, masyarakat muslim di Tanah Air yang ingin berlebaran di kampung halaman bisa lebih leluasa. Alasannya, cuti bersama lebaran di tahun bertambah panjang menjadi lima hari.

Meski cukup panjang, jumlah hari cuti bersama Idul Fitri tahun ini lebih sedikit daripada cuti bersama Idul Fitri 2018. Cuti bersama Lebaran dua tahun yang lalu mencapai 7 hari alias seminggu.

 

Sementara itu, jumlah cuti bersama untuk 2018 meliputi 7 hari cuti bersama Idul Fitri dan 1 hari Natal. Sedangkan untuk 2020, cuti bersama 2020 meliputi 5 hari untuk Idul Fitri, 1 Tahun Baru Hijriah, 1 Maulid Nabi, dan 1 Natal.

(Baca: Cuti Bersama 2018 Terpanjang dalam Sejarah Indonesia)

Sekadar informasi, Ketentuan tentang revisi hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020 tersebut tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 174 Tahun 2020, No. 01 Tahun 2020, dan No. 01 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 728 Tahun 2019, Nomor 01 Tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Dalam surat keputusan tersebut, pemerintah memutuskan menambah daftar cuti bersama tahun 2020 sebanyak empat hari. Dua hari diantarannya adalah cuti bersama hari Lebaran yang sebelumnya ditetapkan sebanyak dua hari.

1 dari 6 halaman

Resmi! Cuti Bersama 2020 Ditambah 4 Hari, Catat Tanggalnya

Dream - Pemerintah akhirnya resmi merevisi jadwal cuti bersama tahun 2020. Di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), jumlah cuti bersama tahun ini bertambah empat hari.  

Ketentuan tentang revisi hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020 tersebut tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 174 Tahun 2020, No. 01 Tahun 2020, dan No. 01 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 728 Tahun 2019, Nomor 01 Tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

 

 © Dream

 

Dalam surat keputusan tersebut, pemerintah memutuskan menambah daftar cuti bersama tahun 2020 sebanyak empat hari. Dua hari diantarannya adalah cuti bersama hari Lebaran yang sebelumnya ditetapkan sebanyak dua hari. 

Dengan penambahan ini, harli libur dan cuti bersama Lebaran tahun ini akan berlangsung dari tanggal 22 Mei-29 Mei 2020.

Sementar dua tambahan lainnya adalah cuti bersama Tahun Baru Islam pada 21 Agustus 2020, dan Maulid Nabi Muhammad tanggal 30 Oktober 2020.

2 dari 6 halaman

Daftar Lengkap Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020

Berikut ini adalah jadwal baru libur dan cuti bersama 2020. 

Daftar hari libur dan cuti bersama 2020.© Surat Keputusan Tiga Menteri

3 dari 6 halaman

Ini Hari Libur dan Cuti Bersama 2020 Sebelum Direvisi

Dream - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menggelar rapat tingkat menteri membahas revisi hari libur nasional dan cuti bersama 2020.

" Rapat tingkat menteri pada hari akan membahas tentang rencana atau mengevaluasi atau meninjau SKB Tiga Menteri tahun 2019," kata Muhadjir, Senin, 9 Maret 2020, dilaporkan Liputan6.com.

Muhadjir mengatakan, rapat tersebut membahas seluruh jadwal libur dan cuti bersama selama 2020.

" Kita akan membahas bersama untuk membicarakan rencana libur dan cuti bersama tahun 2020. Jadi, satu tahun penuh," kata dia.

Rapat dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama, dan Menteri Agama Fachrul Razi.

Untuk diketahui pemerintah sebelumnya telah menerbitkan SKB 3 Menteri Nomor 728 Tahun 2019, 213 Tahun 2019, dan 01 Tahun 2019 yang mencantumkan 15 hari libur nasional dan 4 hari cuti bersama pada 2020. 

Berikut daftar libur di tahun 2020:

Libur Nasional 2020

1 Januari, Rabu, Tahun Baru 2020 Masehi
25 Januari, Sabtu, Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili
22 Maret, Minggu, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
25 Maret, Rabu, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1912
10 April, Jumat, Wafat Isa Al Masih
1 Mei, Jumat, Hari Buruh Internasional
7 Mei, Kamis, Hari Raya Waisak 2564
21 Mei, Kamis, Kenaikan Isa Al Masih
24-25 Mei, Minggu-Senin, Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
1 Juni, Senin, Hari Lahir Pancasila
31 Juni, Jumat, Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah
17 Agustus, Senin, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
20 Agustus, Kamis, Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah
29 Oktober, Kamis, Maulid Nabi Muhammad SAW
25 Desember, Jumat, Hari Raya Natal

Cuti Bersama 2020


22, 26, dan 27 Mei, Jumat, Selasa, dan Rabu, Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah
24 Desember, Kamis, Hari Raya Natal

4 dari 6 halaman

Viral Hari Libur Tahun 2020 Digeser

Kabar jumlah libur yang diganti© Istimewa

Kabar jumlah libur yang diganti

Sebelumnya, geger virus corona di Indonesia membuat hampir seluruh pihak mengencangkan sabuk pengaman. Dari media gambar yang diterima Liputan6.com dari berbagai grup komunikasi online, tertulis bahwa ada perubahan libur dan cuti bersama tahun 2020.

" Tanggal 22 Maret digeser menjadi 23 Maret. Keterangan: Mengganti Libur Isra Mi'raj," demikian tertulis dalam informasi yang beredar tersebut.

Lalu, Libur Tahun Baru Islam juga digeser dari 20 Agustus menjadi 21 Agustus. Libur Maulid Nabi SAW digeser dari 29 Oktober ke 30 Oktober.

Bahkan, informasi perubahan ini dilengkapi dengan argumentasi bahwa pergeseran libur nasional didasari alasan penciptaan permintaan agar stimulan yang berikan pemerintah untuk menangani virus corona dapat dimanfaatkan secara optimal.

" Pemerintah telah memberi stimulan hingga Rp 10 triliun untuk mengantisipasi lesunya ekonomi akibat wabah virus corona. Perlu menciptakan demand agar stimulan dapat dimanfaatkan secara optimal," tulis tersebut.

5 dari 6 halaman

Komisi ASN Kaji Tambah Jatah Hari Libur PNS

Dream - Hari kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) berpeluang berkurang satu hari. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengaku sedang mengkaji penerapan konsep flexible working arrangement (FWA) bagi para abdi negara.

Salah satu konsep yang tengah dipertimbangkan adalah menambah hari libur para PNS pada hari Jumat. Jika jadi dilaksanakan, para PNS hanya akan bekerja dari Senin sampai Kamis. 

Dikutip Liputan6.com, Selasa 3 Desember 2019, Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Waluyo Martowiyoto, mengatakan dalam penerapan konsep FWA pada PNS diantaranya adalah flexi working time atau waktu kerja PNS yang fleksibel.

Konsep lainnya adalah flexi working space atau PNS lebih fleksibel dalam memilih tempat kerja.

" Jadi uji coba FWA adalah fleksibel working time, jadi bisa jadi umpamanya kalau biasanya kerjanya jam 7 ada yang 8.30, ada mungkin jam masuk jam pulangnya beda," kata Waluyo saat menghadiri Pilot Project Manajemen Kinerja PNS Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019, di Kantor Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi.

Dia mengatakan salah satu pilihan untuk menerapkan konsep FWA adalah waktu libur PNS yang lebih banyak, di luar Sabtu dan Minggu. Untuk memadatkan libur tersebut, PNS harus memadatkan waktu kerja.

“ Mungkin setiap hari Jumat ganjil atau genap bisa libur, gitu, kan. Ini yang mengenai compress work-nya,” kata Waluyo.

6 dari 6 halaman

Tapi Penuhi Ketentuan

Meskipun PNS bisa memilih libur saat hari kerja, jam kerja harus sesuai ketentuan. Jam kerja akan dipadatkan saat PNS memiih libur pada hari kerja. 

" Itu kita kan sehari bekerja wajib kalau dalam dua minggu 10 hari kerja 40 jam. Berarti kalau dua minggu harusnya 10 hari kerja 80 jam. Itu bisa kita ubah nantinya adalah 9 hari kerja 80 jam. 80 jam nya tetap tapi 9 hari kerja sekitar 2 minggu," kata dia.

Waluyo melanjutkan, PNS yang memilih libur saat hari kerja juga harus disiplin dalam pembagian tugas dengan rekannya, agar pelayanan publik tetap berjalan dengan baik.

" Pelayanan publik tetap harus jalan, sehingga harus dengan yang mempunyai kewajiban pelayanan yang sama dia tetap harus masuk bergantian. Ini yang namanya jobs sharing," kata dia. 

(Sumber: Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono)

Beri Komentar