Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Pria Mengisi Formulir Di Kantor BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Kamu yang sudah bekerja pasti tahu tentang kena potongan 2 persen dari gaji untuk membayar asuransi ketenagakerjaan. Namun pernahkah menghitung berapa jumlah dana yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengungkapkan, dana kelolaan instansi yang sebelumnya bernama Jamsostek ini mencapai Rp 262 triliun hingga data Februari 2017.
Jika dibandingkan posisi sama setahun yang lalu, dana kelolaan ini meningkat dari sebelumnya Rp 260,54 triliun. Tak semua dana yang dikelola perusahaan berasal dari iuran peserta asuransi.
BPJS Ketenagakerjaan selama ini menginvestasikan dana kelolaan ke berbagai instrumen mulai dari pasar modal sampai investasi tak langsung.
Menurut Agus, perusahaan menginvestasikan sebagian besar dana kelolanya dalam bentuk obligasi berupa Surat Berharga Negara dan saham. Untuk dua produk ini nilainya mencapai Rp58 triliun.
“ Itu investasi langsung,” kata dia.
Untuk investasi tak langsung, Agus mengatakan, porsi dan yang dikeluarkan BPJS Ketenagakerjaan memang masih minim. “ Nilainya 1 persen (dari dana kelola),” kata dia.
Untuk ke depan, Agus mengatakan instansinya telah mengantongi beberapa rencana investasi di sejumlah proyek. Akan tetapi, Agus enggan menjelaskan alokasi dana tersebut karena belum bisa dipublikasikan.
“ Kami belum bisa menyampaikan,” kata dia.
Sementara untuk target dana kelolaam tahun ini, Agus berharap bisa menembus angka Rp296 triliun.
“ Mendekati Rp300 triliun,” kata dia. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya