Gaji `Membengkak` Jadi Rp52 Miliar, Lihat yang Dilakukan Pegawai Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 29 Agustus 2018 19:44
Gaji `Membengkak` Jadi Rp52 Miliar, Lihat yang Dilakukan Pegawai Ini
Dia mengembalikan duit Rp52 miliar akibat salah transfer gaji.

Dream – Seorang pekerja di Australia mendapatkan “ rezeki nomplok” berupa salah transfer. Dia mendapatkan transferan gaji yang nilainya 100 kali dari gaji yang biasa diterimanya.

Dilansir dari BBC, Rabu 29 Agustus 2018, setiap bulannya, pekerja yang tak disebutkan namanya ini mendapatkan gaji sebesar 4.921,76 dolar Australia (setara Rp52,77 juta). Akan tetapi, dia mendapatkan gaji sebesar 492.176 dolar Australia (Rp5,22 miliar).

Kesalahan transfer ini diakui oleh auditor pemerintah setempat sebagai human error. Gajinya membengkak akibat kesalahan penempatan desimal.

Laporan otoritas setempat menyebut pekerja ini tinggal di daerah terpencil di Australia Utara. Untungnya, dia tak mau menerima godaan. Pekerja ini mengembalikan uang yang diterimanya.

Laporan tersebut juga menegaskan kesalahan transfer ini diakibatkan oleh kesalahan petugas bank.

Catatan setempat juga menuliskan ada 743 kasus pembayaran berlebih yang terdapat di Australia Utara sepanjang Juli 2017—Januari 2018. Kelebihan US$767 juta (Rp11,26 miliar) belum dikembalikan dari Januari 2018.

Depaetemen Korporasi dan Layanan Informasi Australia Utara mengatakan setiap tahunnya, dari 1,2 juta transaksi payroll, ada 0,2 persen kasus kelebihan pembayaran gaji. 

1 dari 2 halaman

Bank Salah Transfer Rp 500 Juta, Nasabah Tolak Kembalikan

Dream - Kejadian salah transfer kerap kali dialami petugas bank. Nasabah yang menerima transfer yang biasanya dalam jumlah besar tentunya merasa mendapat durian runtuh.Namun apa jadinya jika pihak bank meminta uang dikembalikan dan menuntutnya di muka hukum.

Kasus inilah yang menimpa seorang nasabah pria di Afrika Selatan. Nasabah yang tak disebutkan namanya ini menerima durian runtuh setelah rekening tabungannya menjadi tambun usai mendapat kiriman 500 ribu rand (sekitar Rp 500 juta). Uang ini diperoleh akibat dari kesalahan yang dibuat pengirimnya.

Mengutip laman Times Live, Jumat, 13 Februari 2015, petigas yang melakukan kesalahan tranfer kemudian meminta bantuan pengadilan untuk mendapatkan uangnya kembali.

Michael Mochudi, Managing Director di Motsi Civils and Plant Hire di Welkom, diketahui tidak memberi koma di tempat yang benar. Alhasil uang ratusan juta itupun terlanjur ditransfer ke rekening yang salah.

Tak mau menimbulkan masalah besar, Michael menghubungi penerima yang terkejut rekeningnya bertambah 500 ribu rand. Namun Michael justru mendapat reaksi mengejutkan. Nasabah pria itu menolak menyerah kembali uang Michael.

Ia berdalih telah menyerahkan 400 ribu rand kepada istrinya yang telah menghabiskan 260 ribu rand untuk investasi.

Michael meminta pengadilan untuk membekukan rekening pria tersebut sehingga mereka tidak bisa menghabiskan uang sisanya.

Namun hingga kini, pengadilan belum memutuskan apakah menerima atau menolak permintaan Michael.

2 dari 2 halaman

Bank Salah Transfer Rp 78 Triliun

Dream - Kesalahan transfer ternyata bisa juga dilakukan bank besar, seperti Deustche Bank. Bank terbesar di Jerman ini mengirimkan uang sebesar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 78 triliun kepada salah seorang nasabahnya.

Seperti dikutip dari situs Emirates 247, Selasa, 20 Oktober 2015, salah seorang anggota junior dari tim penjualan valuta asing di bank itu telah melakukan kesalahan pengiriman pada bulan Juni lalu.

Uang dikirim ke klien hedge fund di Amerika Serikat setelah karyawan ini salah memasukkan kode pengiriman. Insiden ini mengikuti serangkaian skandal di bank berbasis di Frankfrut ini.

Dua eksekutif bank itu, Anshu Jain dan Juergen Fitschen, juga telah mengundurkan diri akibat kesalahan tersebut. Kemudian digantikan oleh John Cryan.

Deutsche Bank telah mengalami hampir 6.000 kasus hukum dengan total denda mencapai US$ 2,5 miliar untuk kasus kecurangan suku bunga. 

Beri Komentar