Wah, Ternyata Ada Miliarder Yang Menjadi Penyumbang Dana Penyebar Berita Palsu. (Foto: Shutterstock/Ilustrasi)
Dream – Baru-baru ini nama Reid Hoffman jadi sorotan. Miliarder ini ketahuan menjadi donatur penyebar berita palsu.
Hal ini diketahui ketika pemilihan senat di Alabama, Amerika Serikat.
Dikutip dari Liputan6.com, Senin 31 Desember 2018, kelompok penyebar hoax yang didanai Hoffman ini berasal dari salah satu beberapa organisasi.
Dia merupakan donatur Partai Demokrat serta pendukung Doug Jones yang menghadapi Roy Moore dari Partai Republik dalam perebutan kursi senat.
Kelompok bernama American Engagement Technologies (AET) mendapat dana sejumlah US$750 ribu atau sekitar Rp10,92 miliar. Merekalah yang menyebar informasi palsu soal Moore lewat media sosial.
Taktik AET yang digunakan terhadap Moore, dipandang mirip seperti taktik Rusia yang santer disebut menyebar informasi palsu kala pilpres AS 2016. Tapi, tak jelas siapa dalang di balik kasus ini.
Hoffman pun menyampaikan permintaan maaf dan berkata tidak tahu mengenai taktik AET. Miliarder Silicon Valley itu menyesal karena tidak meneliti kelakuan AET dengan lebih baik.
" Saya melihat taktik yang belakangan ini dikabarkan sangatlah mengganggu. Atas alasan itu, saya malu akan kegagalan saya dalam melacak AET - organisasi yang saya dukung - dengan lebih menyeluruh, sebab mereka membuat keputusan sendiri untuk mendanai proyek yang akan saya tolak," kata dia.
Sekadar informasi, Hoffman merupakan salah satu pendiri LinkedIn. Ia turut berperan dalam pendirian PayPal dan LinkedIn. Kekayaan saat ini mencapai USD 1,7 miliar (Rp24,75 triliun).
(Ism, Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurniawan)
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak