Dibuka Melemah, Indeks Syariah Fluktuatif di Awal Sesi

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 2 Desember 2015 09:20
Dibuka Melemah, Indeks Syariah Fluktuatif di Awal Sesi
Investor asing memulai sesi perdagangan dengan menggelar aksi jual saham.

Dream - Bursa saham syariah bergerak fluktuatif di sesi pembukaan perdagangan. Dibuka melemah, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) sempat masuk zona positif.

Sentimen laju bursa regional yang melemah membuat pelaku pasar berhati-hati turun ke lantai bursa.

Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 2 Desember 2015, indeks ISSI turun 0,050 poin (0,03%) ke level 143,120. Indeks saham bluechips syariah, JII, juga melemah 0,482 poin (0,08%) ke level 597,546.

Di sesi pembukaan, laju ISSI belum berubah banyak. Indeks emiten syariah syariah ini terpeleset 0,052 poin (0,04%) ke level 143,118. Begitu pula indeks JII turun 0,207 poin (0,03%) ke level 597,821.

Munculnya aksi beli investor sempat membuat ISSI bergerak ke zona hijau. Hingga 15 menit waktu perdagangan bursa, ISSI menyentuh level tertinggi di 143,337.

Transaksi perdagangan diawal sesi ini terbilang masih sepi. Hanya ada Rp 308,33 miliar dana yang bergulir di pasar dengan 53 emiten syariah melaju positif. Sisanya, 34 emiten ISSI terseret aksi jual dan 40 lainnya bertahan stagnan.

Dengan dukungan emiten sektor keuangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa dibuka menguat. Di sesi prapembukaan, IHSG naik 1,480 poin (0,03%) ke level 4.559,148.

Laju IHSG masih positif di sesi pembukaan usai menguat 2,414 poin (0,05%) ke level 4.560,082.

Sebagian besar indeks sektoral sebetulnya bergerak menguat. Penguatan tertinggi dicetak emiten keuangan yang naik 0,28 persen, disusul pertambangan 0,22 persen, dan perdagangan 0,21 persen.

Emitan yang tertekan aksi jual berasal dari sektor barang konsumsi 0,30 persen, manufaktur 0,17 persen dan pertanian 0,15 persen.

Pemodal asing pagi ini masih melakukan aksi jual dengan nett sell sementara mencapai Rp 81 miliar.

Beri Komentar