Resmi! 1,8 Juta Guru Honorer Akan Dapat Subsidi Gaji, Nilainya?

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 19 September 2020 15:00
Resmi! 1,8 Juta Guru Honorer Akan Dapat Subsidi Gaji, Nilainya?
Bantuan langsung tunai itu akan dikordinasikan oleh Kemendikbud

Dream - Jutaan guru honerer bisa sedikit bernapas menjalani masa pandemik Covid-19 saat ini. Pemerintah memastikan akan mengucurkan bantuan gaji kepada 1,8 juta guru honerer di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada jutaan tenaga guru honerer tersebut.

Jika subsidi gaji dilaksanakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, BLT untuk para guru honerer ini akan dikoordinasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

" Disampaikan program untuk guru honorer sejumlah 1,8 juta, yang nanti akan dilaksanakan melalui Kemendikbud, dengan kebijakan sama dengan subsidi gaji," kata Airlangga dalam konferensi pers, Jumat, 18 September 2020.

 

1 dari 4 halaman

Untuk saat ini pemerintah masih belum mengungkapkan dengan jelas nilai BLT yang akan diterima oleh para guru honorer. Namun jika mengikuti skemanya seperti subsidi gaji, para guru honorer kemungkinan mendapat tambahan penghasilan Rp 600 ribu per bulan.

Sebelumnya, 398 ribu tenaga honorer direncanakan akan mendapatkan bantuan subsidi gaji pada gelombang kedua, yaitu di Oktober dan November 2020.

Sama seperti subsidi gaji yang terima oleh pegawai swasta bergaji di bawah Rp 5 juta, dalam 2 bulan tersebut tenaga honorer ini akan mendapat subsidi gaji sebesar Rp 600 ribu per bulan.(Sah, Sumber: Liputan6.com)

2 dari 4 halaman

Sudah Ada 398 Ribu Lebih Guru Honorer yang Dapat

Dream - Pemerintah memastikan subsidi gaji juga diterima oleh guru, pendidik, dan tenaga berstatus honorer atau tidak tetap pada dinas pendidikan di setiap pemerintah daerah. Mereka yang mendapatkan subsidi gaji adalah para peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek).

Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan, hingga 14 September 2020, bantuan subsidi gaji sudah disalurkan kepada 398.637 pegawai honorer sektor pendidikan. Mereka terdiri dari guru honorer, tenaga pendidik honorer, dan tenaga honorer.

" Saat ini data terkait guru honorer akan terus diverifikasi. Semoga jumlahnya dapat bertambah lagi," ujar Budi melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Sejak diluncurkan pada 27 Agustus 2020 oleh Kementerian Tenaga Kerja, subsidi gaji Rp600 ribu tiap bulan per dua bulan sudah disalurkan kepada pekerja berpenghasilan di bawah Rp5 juta.

Penerima adalah pekerja yang terdaftar aktif sebagai peserta BP Jamsostek, termasuk non-PNS di kementerian dan lembaga namun tidak termasuk karyawan BUMN.

 

3 dari 4 halaman

Rp7 Triliun Sudah Disalurkan

Hingga Senin lalu, total nilai subsidi yang tersalurkan mencapai Rp7 triliun, atau 17,43 persen dari pagu Rp37,87 triliun. Hingga akhir tahun, 15,72 juta pekerja ditargetkan dapat menerima subsidi ini.

Sedangkan sejak dibentuk pada 20 Juli 2020, Satgas PEN sudah membantu menyalurkan aggaran pemulihan ekonomi nasional sebanyak Rp87,58 triliun. Diupayakan akhir tahun nanti anggaran mitigasi dapat terserap sebanyak Rp100 triliun.

" Target agar penyerapan bisa mencapai Rp100 triliun pada kuartal III merupakan bagian dari proses yang krusial untuk menetralkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif pada kuartal II," kata Budi.

 

4 dari 4 halaman

Budi menjelaskan PDB Indonesia sekitar US$1 triliun atau Rp14.500 Triliun. Jika dibagi empat kuartal, maka diperoleh PBD Rp3.600 triliun per kuartal.

Tetapi dengan pertumbuhan minus 5,3 persen pada kuartal II, maka didapati angka pertumbuhan yang terkoreksi sekitar minus Rp188 triliun.

Sedangkan penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional per 14 September sudah mencapai Rp240,9 triliun atau 34,6 persen dari pagu anggaran Rp695,2 triliun. Dari jumlah ini, penyerapan klaster program yang didorong oleh Satgas PEN di sektor perlindungan sosial, UMKM, dan Kementerian/Lembaga/Pemda mencapai Rp204,97 triliun.

Beri Komentar