Dibuka Melemah, Indeks Syariah Lupakan Euforia The Fed

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 20 Maret 2015 09:30
Dibuka Melemah, Indeks Syariah Lupakan Euforia The Fed
Pemodal asing yang kemarin membukukan nett sell, pagi ini kembali melakukan aksi jual saham.

Dream - Penguatan indeks bursa saham Indonesia tenyata masih rapuh. Usai menguat signifikan pasca pengumuman The Fed, Bursa Efek Indonesia (BEI) justru kembali rontok.

Tak hanya pasar modal domestik, sejumlah indeks saham utama kawasan Asia juga dilanda pelemahan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2015 langsung melemah 0,464 poin ke level 172,882.

Hingga 15 menit waktu perdagangan, ISSI bahkan belum mampu beranjak ke zona hijau. ISSI tercatat turun 0,781 poin (0,45%) ke level 172,565.

Tercatat sudah 73 emiten syariah yang harus kembali balik ke zona merah. Sementara 36 lainnya berhasil bertahan di zona positif dan 40 emiten melaju stagnan.

Pelaku pasar telah memperdagangkan 4,30 miliar saham syariah dengan nilai Rp 573,96 miliar.

Koreksi relatif dalam juga melanda saham-saham bluechips syariah. Seolah berbalik, kini Jakarta Islamiac Index (JII) justru dibanjiri pelemahan harga saham.

Indeks JII membuka perdagangan dengan melemah 2,849 poin ke level 722,007.

Sejalan dengan ISSI, JII juga belum mampu menguat hingga 15 menit waktu perdagangan. JII telah terpangkas 4,527 poin (0,62%) ke level 720,329.

Pagi ini papan perdagangan JII dihuni oleh 22 emiten yang bergerak melemah. Sementara 7 anggota JII lainnya masih bisa bertahan menguat dam 1 emiten melaju stagnan.

Sementara itu, indeks acuan BEI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah 20,70 poin (0,38%) ke level 5.433,151. .

Indeks terus melemah pada sesi pembukaan usai menggerak 20,50 poin (0,45%) ke level 5.427,92.

Lantai bursa pagi ini sudah dipenuhi dana investor hingga Rp 834,02 miliar dengan 8,45 miliar saham yang beralihtangan.

Investor asing yang kemarin sempat melakukan belanja saham juga kembali melepas portofolionya. Asing mencetak nett sell Rp 157 miliar.

Beri Komentar