Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Dibuka menguat, indeks saham syariah bergerak di dua jalur pada awal pembukaan perdagangan. Tekanan jual emiten di sektor industri dan keuangan membuat pembukaan positif tak kuasa dipertahankan.
Pelaku pasar juga cukup khawatir dengan kondisi nilai tukar rupiah yang justru makin melemah. Rupiah belum turun dari level 13.500 per dolar AS.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sempat menanjak 0,132 poin ke level 152,594.
Pembukaan positif ini sayangnya tak bertahan lama. Aksi jual investor membuat ISSI jatuh ke zona merah. Hingga 15 menit waktu perdagangan, ISSI sudah terkoreksi 0,134 poin (0,09%) ke level 152,328.
Sebanyak 58 emiten syariah telah lengser ke zona negatif. Namun, 39 lainnya masih diburu investor.
Laju indeks yang mengawali perdagangan di dua zona juga dialami Jakarta Islamic Index (JII). Dibuka menguat 0,695 di level 635,335, indeks JII justru berbalik melemah.
Sampai 15 menit waktu perdagangan, indeks JII sudah terpangkas 0,493 poin (0,08%) ke level 634,147.
Aksi jual investor mendorong 13 emiten bluechips syariah jatuh ke zona merah. Sementara 9 lainnya masih bergerak menguat dan 8 emiten bertahan stagnan.
Nasib kurang beruntung dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Aksi jual saham keuangan mendorong IHSG membuka sesi prapembukaan dengan melemah 4,9 poin (0,10%) ke level 4.801,65.
Dana investor yang sudah masuk tercatat Rp 466 miliar dengan 4,79 miliar saham yang berpindahtangan. Pagi ini asing masih membukukan nett sell sekitar Rp 21 miliar.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia bergerak variatif. Nikkei Jepang tercatat melemah 0,26 persen begitu pula Kospi Korea yang turun 0,11 persen. Dua indeks utama China, Hang Seng dan Shanghai Composite bergerak menguat 0,93 persen dan 1,94 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya