Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mantan Karyawan Toys R Us Berunjuk Rasa Karena Tak Diberi Pesangon. (Foto: CNN Money
Dream – Madelyn Garcia telah bekerja selama 30 tahun di Toys R Us sebagai manajer toko di Boynton Beach, Florida, Amerika Serikat. Ketika perusahaan mengumumkan bangkrut tahun kemarin, wanita meyakinkan diri akan mendapatkan pesangon selama enam bulan ketika dipecat.
“ Kami hanya bertahan dengan uang pesangon. Uang pesangon selalu diberikan kepada karyawan ketika mereka menutup toko. Saya pikir kami harus diberikan kompensasi selama bertahun-tahun,” kata Garcia, dilansir dari CNN Money, Kamis 7 Juni 018.
Namun, ketika perusahaan mengumumkan akan menutup semua toko Toys R Us di Amerika Serikat, ada 31 ribu karyawan yang terkejut karena tidak mendapatkan pesangon sama sekali. Garcia dan puluhan karyawan lainnya protes dan mendesak perusahaan untuk membayar mereka.
Aksi ini dilakukan di depan apartemen mantan dirut Toys R Us, David Brandon, yang menjalankan perusahaan ketika perusahaan menjalani proses likuidasi dan bangkrut. Mereka juga berunjuk rasa di depan kantor perusahaan yang memiliki Toys R Us, Bain Capital, KKR, dan Vornado.
“ Saya marah. Saya tidak menyalahkan Toys R Us. Itu adalah perusahaan yang mengagumkan. Kami mencintainya. Inilah mengapa kami bertahan sangat lama. Saya menyalahkan ekuitas privat dan hukum kepailitan,” kata dia.
Kenyataannya, kepailitan menghambat perusahaan untuk memberikan pesangon kepada mantan karyawannya. Namun, keputusan ini memungkinkan perusahaan untuk membayar eksekutif dalam bentuk bonus. Perusahaan juga harus memberi para eksekutif beberapa alasan untuk bertahan. Tujuannya, untuk membantu memperbaiki perusahaan yang bangkrut.
Hukum juga tidak mengizinkan perusahaan untuk membayar pesangon sampai utang perusahaan lunas.
“ Kami dipaksa untuk melikuiditas bisnis. Kami tak bisa mengikuti proses pesangon yang normal,” kata juru bicara Toys R Us, Amy von Walter.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya