JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Dream - Bank Syariah Mandiri (BSM) akhirnya mendapat suntikan modal sebesar Rp 500 miliar dari Bank Mandiri. Penambahan modal ini menjadikan BSM sebagai bank syariah pertama yang masuk kategori Buku III.
Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Agus Sudiarto mengungkap tambahan modal tersebut akan dipakai untuk menopang ekspansi bisnis pada tahun 2016 dan tahun-tahun berikutnya.
" Penambahan akan memperkuat modal kami guna menopang pertumbuhan bisnis di semua lini pada tahun depan," ujar Agus dalam keterangan persnya, Kamis 26 November 2015.
Dengan penambahan modal sebesar Rp 500 miliar, rasio kecukupan modal (CAR) BSM bakal naik menjadi sekitar sekitar 105 bps menjadi 12,97 persen. Jumlah modal disetor BSM per 24 November 2015 menjadi Rp 1,99 triliun.
Modal inti BSM akan menjadi Rp 5,4 triliun dan total ekuitas Rp 5,61 triliun. Dengan posisi ini, BSM sudah dipastikan masuk dalam Buku III.
Penambahan modal merupakan wujud komitmen dari Bank Mandiri untuk mendukung implementasi Corporate Plan (Corplan) BSM 2016-2020 sekaligus sejalan dengan visi Bank Mandiri untuk Menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif .
Tahun 2016 merupakan tahun pertama BSM melakukan transformasi melalui implementasi Corpplan 2016-2020 di mana perusahaan menargetkan nailai aset mencapai Rp 200 triliun pada tahun 2020. Corplan 2016-2020 tersebut juga disusun dalam rangka menyongsong implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Nantinya, BSM akan fokus menggarap bisnis ritel, mengintensifkan cash management, serta memperkuat sinergi dengan perusahaan induknya. Di samping implementasi Corplan 2016-2020, untuk memperkuat pondasi dalam mendukung pencapaian target bisnis jangka panjang dilakukan juga penguatan budaya perusahaan (corporate culture).
" Kami ingin menampilkan BSM sebagai bank syariah yang modern dan dinamis," papar Agus.
Dana Pihak Ketiga (DPK) BSM per September 2015 tercatat sebesar Rp 59,71 triliun dengan komposisi 48,70 persen diantaranya merupakan dana murah. Pertumbuhan dana murah bersumber dari Giro yang tumbuh 12,81 persen menjadi sebesar Rp 5,88 triliun dan Tabungan yang tumbuh 7,04 persen menjadi sebesar Rp 23,19 triliun.
Pangsa pasar pendaftar haji reguler BSM pada 2015 mencapai 29,51 persen dan pendaftar haji khusus 31,95 persen. Apabila digabung dengan Bank Mandiri, pangsa pasar pendaftar haji khusus mencapai 68 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
