Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
CEO Air Asia, Tony Fernandes (Mirror.co.uk)
Dream - Temuan bagian ekor pesawat nahas AirAsia QZ8501 membawa harapan baru bagi CEO Air Asia Group, Tony Fernandes. Pria yang terjun langsung ke lapangan ini yakin kotak hitam (black box) akan segera ditemukan.
Mengutip dari akun Twitternya @tonyfernandes, Rabu, 7 Januari 2015, Tony begitu yakin tim pencari akan menemukan bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501.
"Jika bagian kanan ekor pesawat ditemukan, kotak hitam seharusnya ada di situ," kicau Tony.
Saat ini, pria yang membangun AirAsia bermodal dua pesawat ini, berharap tim akan segera menemukan seluruh puing bagian pesawat AirAsia QZ8501.
Harapannya, dengan temuan ini seluruh penumpang yang menjadi korban akan lebih mudah ditemukan. "Ini untuk meringankan kesediahan keluarga," katanya.
Tony memastikan pencarian jasad korban masih menjadi prioritas AirAsia dalam insiden jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 tersebut.
Tim pencari runtuhan pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh 28 Desember 2014 lalu di Laut Jawa dilaporkan telah menemukan bagian ekor pesawat.
"Saya mendapatkan laporan yang terkonfirmasi dan hasilnya ada benda di bawah air dengan tulisan A,X. Dan ada tulisan Air-nya. Maka saya pastikan ini adalah ekor pesawat dengan gambar dan tulisan yang saya sampaikan. Lokasi ditemukan ekor berbeda dari yang digembar-gemborkan di media kemarin," kata Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo.
Para penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang menyelam ke dasar Laut Jawa masih kesulitan menemukan puing-puing pesawat QZ8501.
Pasalnya, daerah sekitar lokasi pencarian masih diliputi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Belum lagi arus di kedalaman laut yang cukup kuat sehingga menghambat proses pencarian.
Diduga ekor dan bagian badan pesawat dari Airbus A320-200 terdeteksi di kedalaman 30 meter. Tetapi mereka belum bisa melakukan penyelidikan terhadap puing-puing itu dengan baik. (Ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
