CEO AirAsia: Black Box Ada di Kanan Ekor AirAsia QZ8501

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 7 Januari 2015 17:11
CEO AirAsia: Black Box Ada di Kanan Ekor AirAsia QZ8501
Tim SAR memastikan telah menemukan bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501. Informasi ini pun sampai ke telingan Tony Fernandes, CEO AirAsia. Apa doanya dengan temuan terbaru ini?

Dream - Temuan bagian ekor pesawat nahas AirAsia QZ8501 membawa harapan baru bagi CEO Air Asia Group, Tony Fernandes. Pria yang terjun langsung ke lapangan ini yakin kotak hitam (black box) akan segera ditemukan.

Mengutip dari akun Twitternya @tonyfernandes, Rabu, 7 Januari 2015, Tony begitu yakin tim pencari akan menemukan bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501.

" Jika bagian kanan ekor pesawat ditemukan, kotak hitam seharusnya ada di situ," kicau Tony.

Saat ini, pria yang membangun AirAsia bermodal dua pesawat ini, berharap tim akan segera menemukan seluruh puing bagian pesawat AirAsia QZ8501.

Harapannya, dengan temuan ini seluruh penumpang yang menjadi korban akan lebih mudah ditemukan. " Ini untuk meringankan kesediahan keluarga," katanya.

Tony memastikan pencarian jasad korban masih menjadi prioritas AirAsia dalam insiden jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 tersebut.

Tim pencari runtuhan pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh 28 Desember 2014 lalu di Laut Jawa dilaporkan telah menemukan bagian ekor pesawat.

" Saya mendapatkan laporan yang terkonfirmasi dan hasilnya ada benda di bawah air dengan tulisan A,X. Dan ada tulisan Air-nya. Maka saya pastikan ini adalah ekor pesawat dengan gambar dan tulisan yang saya sampaikan. Lokasi ditemukan ekor berbeda dari yang digembar-gemborkan di media kemarin," kata Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo.

Para penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang menyelam ke dasar Laut Jawa masih kesulitan menemukan puing-puing pesawat QZ8501.

Pasalnya, daerah sekitar lokasi pencarian masih diliputi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Belum lagi arus di kedalaman laut yang cukup kuat sehingga menghambat proses pencarian.

Diduga ekor dan bagian badan pesawat dari Airbus A320-200 terdeteksi di kedalaman 30 meter. Tetapi mereka belum bisa melakukan penyelidikan terhadap puing-puing itu dengan baik. (Ism)

Beri Komentar