Semua Sektor Saham Rontok, Indeks Syariah Tiarap

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 9 November 2018 16:52
Semua Sektor Saham Rontok, Indeks Syariah Tiarap
Saham barang konsumsi dan manufaktur gerus kinerja perdagangan.

Dream - Jelang liburan akhir pekan, laju indeks syariah malah berbalik arah.  Bergugurannya saham-saham di berbagai sektor membuat tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) tiarap sepanjang perdagangan. 

Pelemahan indeks acuan ini berbanding terbalik dengan sejumlah analisa pelaku pasar. Sentimen penguatan kurs rupiah dan posisi cadangan devisa ternyata tak meyakinkan pelaku pasar untuk bertahan di lantai bursa. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat, 9 November 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), bergerak melemah 1,713 poin (0,97%) ke level 175,449. ISSI bergerak negatif sepanjang sesi perdagangan usai dibuka dengan koreksi ke level 176,359. 

ISSi hanya mampu bergerak menguat ke level tertinggi di 176,469, atau masih lebih rendah dibandingkan sesi penutupan kemarin. 

Koreksi lebih dalam dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terpangkas 10,707 poin (1,61%) ke level 654,999.

Sementara indeks JII70, turun 3,268 poin (1,49%) ke level 216,695.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga anjlok 102,652 poin (1,72%) ke level 5.874,154.

1 dari 1 halaman

Saham Barang Konsumsi dan Manufaktur Terkoreksi

Aksi jual saham marak terjadi hari ini. Seluruh indeks sektoral bergerak ke zona merah dengan pelemahan terdalam dialami sektor barang konsumsi yang jatuh 5,08 persen dan manufaktur 3,13 persen.

Koreksi tajam juga terjadi pada indeks sektor properti, keuangan, dan pertambangan masing-masing 1,51 persen, keuangan 1,3 persen, dan pertambangan 1,13 persen.

Saham-saham unggulan syariah tak kuasa melawan aksi jual sehingga menenggelamkan harga sahamnya. UNVR tercatat terjun bebas Rp1.975, ITMG Rp400, INDF Rp200, ICBP Rp175, dan PTBA Rp140.

Namun masih ada emiten syariah yang mengalami kenaikan harga dan menghuni deretan top gainer. Mereka adalah emiten TCPI yang harga sahamnya menguat Rp1.050, GMTD Rp400, DSSA Rp350, DIGI Rp225, dan AALI Rp175.

Dari pasar uang, rupiah malah melemah. Rupiah tak lagi bertengger di level Rp14.500.

Pada pukul 16.16, nilai dolar AS menguat 132 poin (0,9%) ke level Rp14.671 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar