Berseberangan dengan IHSG, Indeks Syariah Ditutup Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 3 Desember 2019 16:57
Berseberangan dengan IHSG, Indeks Syariah Ditutup Melemah
Investor doyan banget melepas saham ini.

Dream - Indeks syariah kompak turun pada penutupan perdagnagan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 3 Desember 2019. Koreksi yang dialami indeks syariah ini berseberangan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang lolos dari tekanan.

Pelemahan indeks syariah terjadi di tengah mata uang dolar AS yang kembali menguat terhadap rupiah. Di sisi lain, aksi jual asing di pasar modal Indonesia mulai berkurang di bawah Rp100 miliar. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi tipis 0,044 poin (0,02%) ke level 184,168. ISSI bergerak fluktuatif setelah sempat dibuka melemah ke level 183,968. 

Saham syariah sempat kembali menjadi incaran pelaku pasar dengan terdorong naik ke zona hijau. Level tertinggi ISSI dicetak di level 184,580. Sayangnya penguatan ini tak berlangsung hingga sesi perdagangan ditutup.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 0,628 poin (0,09%) ke level 679,904. Sementara indeks JII70 melemah 0,575 poin (0,25%) ke level 229,043.

Adanya aksi beli pada saham-saham lapis dua menyelamatkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski sempat terpeleset, IHSG ditutup naik 3,841 poin (0,06%) ke level 6.133,896.

1 dari 5 halaman

Sektor yang Digemari untuk Dibeli dan Dijual

Investor lebih suka membeli saham  di sektor industri dasar, barang konsumsi, manufaktur, dan pertambangan. Keempat indeks sektoral terangkat 1,36 persen, 0,73 persen, 0,58 persen, dan 0,15 persen.

Sebaliknya, indeks sektoral yang mengalami tekanan kali ini berasal dari emiten industri aneka yang terkoreksi 1,61 persen, pertanian 0,45 persen, dan perdagangan 0,29 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini BYAN yang harganya melesat Rp1.625, INTP Rp325, GHON Rp250, AKSI Rp245, dan PCAR Rp225.

Di jajaran top losser saham syariah bertengger emiten PICO yang terkoreksi Rp980, UNTR Rp575, HEXA Rp210, dan PLIN Rp200.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah sore ini mengalami tekanan. Pada perdagangan pukul 16.44 WIB, dolar AS menguat 6 poin (0,04%) ke level Rp14.131 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Kembali Bangkit Meski Terpeleset di Awal Perdagangan

Dream - Indeks syariah mengalami rebound setelah kemarin mengalami tekanan aksi jual yang cukup hebat dari pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terhempas dari level psikologis 6000 juga kembali ikut melayang.

Pelaku pasar sepertinya memanfaatkan momentum harga saham yang banyak terkoreksi kemarin untuk melakukan aksi beli. Ini terindikasi dari transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia yang cukup ramai.

Tercatat lantai bursa diguyur dana jual dan beli investor hingga mencapai Rp7 triliun dengan miliaran saham yang berpindah tangan. Aksi beli didominasi pemodal lokal mengingat asing masih melakukan lepas saham namun dengan nominal yang berkurang. 

Menutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 29 November 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,343 poin (0,75%) ke level 180,934. ISSI masih memulai sesi pagi di zona merah setelah dibuka melemah ke level 179,551.

 

 

Namun pelemahan itu hanya berlangsung sesaat. ISSI bergerak mantap di zona positif setelah 25 menit usai bel perdagangan dibuka. Hingga sesi penutupan di akhi November 2019 ini, laju ISSI bertahan nyaman di zona hijau.

Penguatan juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 7,354 poin (1,11%) ke level 667,438.

Sementara Indeks JII70  menanjak 2,055 poin (0,92%) ke level 225,042.

Setelah kemarin sempat terhempas dari level 6000, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyambut bahagia libur akhir pekan ii. IHSG menguat 58,770 poin (0,98%) ke level 6.011,830.

3 dari 5 halaman

Sektor Infrastruktur dan Keuangan Meroket

Hampir semua indeks sektoral menguat. Investor lebih suka membeli saham di sektor infrastruktur, keuangan, industri aneka, dan pertanian. Keempat indeks ini masing-masing menguat sebesar 2,28 persen, 1,53 persen, 1,27 persen, dan 1,17 persen.

Pelemahan indeks pertambangan sebesar 1,73 persen tak begitu berpengaruh terhadap perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini DSSA yang harga sahamnya terangkat Rp875, JSMR Rp350, MAPA Rp350, AALI Rp325, dan POLL Rp275.

Harga saham BYAN melorot Rp1.200, ITMG Rp350, FIRE Rp165, SMGR Rp150, dan MSKY Rp140.

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Pada 16.25, nilai tukar dolar AS melemah 18 poin (0,13%) ke level Rp14.074 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

IHSG Terlempar dari Level 6000, Indeks Syariah Rontok

Dream - Bursa saham Indonesia benar-benar mengalami tekanan selama akhir November 2019. Sepanjang pekan ini indeks harga saham gabungan (IHSG) tak pernah sekalipun menutup perdagangan di zona positif. 

Tekanan yang sama terjadi pada tiga indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi ekonomi dunia yang kembali dilanda ketidakpastian membuat investor memilih menjauh dari lantai bursa.  

Pada penutupan harian BEI, Kamis, 28 November 2019, IHSG bahkan terlempar dari level 6000. Koreksi tajam juga dialami tidak indeks acuan saham syariah.

Data perdagangan BEi mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 1,933 persen (1,06%) ke level 179,591. ISSI sempat perkasa di awal sesi saat dibuka menguat ke level 182,364.

 

 

Namun satu jam jelang penutupan perdagangan sesi pagi, ISSI mulai mengalami tekanan dan terjun ke zona merah. Hingga sesi penutupan, ISSI yang sempat menyentuh ke level terendah 181,379 tak kunjung bergerak naik.

Tekanan lebih besar dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang turun 7,384 poin (1,11%) ke 660,084. Indeks syariah paling bungsu, JII70 terpangkas 2,545 poin (1,13%) ke level 222,987.

Pasar modal Indonesia di akhir November 2019 benar-benar mengalami tekanan. IHSG yang terpangkas 69,979 poin (1,16%) harus terlempar dari level psikologis tepatnya di 5.953,060.

5 dari 5 halaman

Sektor Infrastruktur dan Pertambangan Melemah

Investor menjual saham di sektor infrastruktur, pertambangan, dan perdagangan. Indeks sektor infrastruktur melemah 2,3 persen, pertambangan 2,18 persen, dan perdagangan 1,08 persen.

Indeks industri aneka yang menguat 0,07 persen tak cukup menopang pelemahan perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp800, FISH Rp660, POLL Rp625, SONA Rp600, dan EPMT Rp390.

Emiten-emiten yang mendekam di posisi top loser kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya melemah Rp700, PCAR Rp430, PICO Rp400, ITMG Rp375, dan SMGR Rp375.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah melemah tipis. Pada 16.21, dolar AS melemah 8 poin (0,06%) ke level Rp14.087.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone