Kurs Dolar AS Tembus Rp15 Ribu, IHSG Semakin Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 17 Maret 2020 11:20
Kurs Dolar AS Tembus Rp15 Ribu, IHSG Semakin Melemah
Mata uang Paman Sam menanjak di tengah serangan corona.

Dream - Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah terus naik. Kali ini, mata uang Negeri Paman Paman Sam itu merangsek ke level Rp15 ribu.

Dikutip dari data Bloomberg, Selasa 17 Maret 2020, pada pukul 10.20, dolar AS menguat 82,5 poin (0,55%) ke level Rp15.015 per dolar AS. Mata uang ini terus merangkak setelah dibuka di level Rp14.940.

Dolar AS makin berjaya di tengah tekanan penyebaran virus corona yang semakin meluas, baik dalam skala glonal maupun dalam negeri.

 Dolar AS tembus Rp15 ribu.© Bloomberg

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga untuk pertama kalinya di tahun 2020 menyentuh level 15.000. Bank Indonesia melaporkan kurs dollar AS menurut JISDOR berada di level Rp15.083.  

1 dari 5 halaman

IHSG Juga Turun Tajam

Pada pukul 10.25, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 220,115 poin (4,69%) ke level 4.470,542. Saat dibuka, IHSG melemah di posisi 4.675,339.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 6,389 poin (4,71%) ke level 129,135.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) anjlok 30,584 poin (6,33%) ke level 452,482.

Indeks JII70 terkoreksi 9,768 poin (6,05%) ke level 151,573.

2 dari 5 halaman

Bluechips Syariah Berguguran, Indeks Syariah Tiarap

Dream - Kecemasan investor terhadap virus corona membuat indeks syariah terkoreksi. Bahkan, surplus perdagangan pada Februari 2020 senilai US$2,34 miliar (Rp34,4 triliun) tak sanggup menahan laju pergerakan perdagangan.

Angin negatif juga datang dari pasar luar negeri setelah bank sentral AS, The Federal Reserves, mendadak mengumumkan penurunan suku bunga acuan. Kebijakan in sebagai langkah antisipasi dampak wabah virus corona baru. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan ini, Senin, 16 Maret 2020 dengan melemah tajam 6,684 poin (4,70%) ke level 135,524. ISSI mendekam seharian di zona merah setelah dibuka melemah di level 142,208.

Minimnya aksi jual pelaku pasar akibat penyesuaian dengan kondisi terkini wabah corona di Indonesia membuat ISSI sempat tergelincir ke level terendah di 135,237.

 

 © Dream

 

Penurunan lebih tajam terjadi pada dua indeks kepingi biru syariah. Indeks blulechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), anjlok sampai 31,087 poin (6,05%) ke level 483,066.

Sementara Indeks JII70 turun 9,956 poin (5,81%) ke level 161,341.

Aksi jual investor memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak berkutik. IHSG melorot 216,914 poin (4,42%) ke level 4.690,657.

3 dari 5 halaman

Saham Andalan Berguguran

Virus corona yang menghantui perekonomian membuat investor melepaskan saham-sahamnya di semua sektor. Indeks sektor infrastruktur terperosok 5,98 persen, barang konsumsi 5,67 persen, dan manufaktur 5,23 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JECC yang harga sahamnya terangkat Rp1.190, GHON Rp160, EMTK Rp150, LINK Rp140, dan DVLA Rp100.

Sebaliknya, yang menghuni top loser kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terpangkas Rp1.075, INTP Rp775, ICBP Rp575, ITMG Rp525, dan UNVR Rp525.

Dari pasar uang, dolar AS nyaris menembus level Rp15 ribu. Kurs dolar menguat 204 poin (1,36) ke level Rp14.981 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah `Kebakaran`, Perdagangan BEI Disetop Karena IHSG Rontok 5%

Dream - Bursa saham Indonesia terkena kebijakan penghentian sementara (halt trading) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas di atas 5 persen. Keputusan itu dibuat sekitar 30 menit sebelum penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Kamis. 12 Maret 2020.

Kondisi pasar modal Indonesia yang terkena halt trading dipicu kepanikan pelaku pasar terhadap wabah virus corona sehingga melakukan aksi jual besar-besaran. Dua indeks saham bluechips syariah bahkan terjun bebas di atas 5 persen.  

 

Pada penutupan perdagangan hari ini, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok sampai 7,085 poin (4,74%) ke level 142,361. ISSI langsung membuka sesi perdagangan di zona merah di level 146,922.

Sentimen keputusan WHO yang menetapkan virus corona sebagai pandemik global memicu kepanikan pelaku pasar. ISSI yang tertekan sempat terseret ke level terendah di 142,361.

Kepanikan terlihat pada para pemburu saham-saham unggulan syariah. Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terjun sampai 29,346 poin (5,41%) ke level 512,958.

Koreksi tajam juga dialami indeks JII70 yang terpangkas 10,033 poin (5,54%) ke level 171,174.

Sentimen negatif yang memicu aksi keluar pasar modal dari investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berdaya. IHSG sampai terhempas dari level psikologis 5000.

IHSG hari ini menutup perdagangan dengan koreksi 258,357 poin (5,01%) ke level 4.895,748.

5 dari 5 halaman

Saham Sektoral Terkapar

Semua indeks sektoral membara. Pelemahan terbesar terjadi di indeks industri dasar yang terpangkas sampai 8,47 persen. Disusul sektor pertanian 5,71 persen, pertambangan 5,60 persen, dan keuangan 5,44 persen.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer lebih banyak dihuni saham-saham lapis dua. Emiten GHON menjadi top gainer saham syariah dengan kenaikan Rp270, BUKK Rp80, SIPD Rp80, PNSE Rp74, dan PICO Rp68.

Sementara bluechips syariah ramai-ramai berguguran di tengah kepanikan pelaku pasar. Top losser saham syariah dipimpin INTP yang terkoreksi Rp1.350, UNTR Rp1.100, AALI Rp750, ITMG Rp725, dan TPIA Rp700.

Dari pasar uang, dolar AS masih berkuasa. Pada 16.29, kurs dolar AS naik 167 poin (1,15%) ke level Rp14.541 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar