Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
WhatsApp, Salah Satu Aplikasi Pesan Singkat.
Dream – Tiongkok benar-benar memblokir aplikasi percakapan,WhatsApp. Langkah ini untuk meningkatkan pengamanan menjelang kongres Partai Komunis bulan depan.
Dilansir New York Times, pemblokiran aplikasi ini merupakan kemunduran untuk raksasa jejaring sosial. Penutupan WhatsApp ini menambah daftar aplikasi sosial yang dilarang Tiongkok, setelah Facebook.
Pemblokiran WhatsApp ini berawal dari sensor Tiongkok yang mulai memblokir obrolan video serta foto dan berkas yang dikirim via WhatsApp pada pertengahan Juli ini. Pemerintah negara ini juga menghentikan pesan suara di aplikasi itu.
Kriptografer di Symbolic Software, Nadim Kobeisi, mengatakan layanan WhatsApp kini terganggu di Tiongkok, bahkan untuk mengirimkan pesan teks sekalipun. Menurut dia, hal ini menunjukkan bagaimana Tiongkok menerapkan sensor sangat ketat terhadap dunia internet.
Bahkan, Negeri Tirai Bambu ini telah mengembangkan piranti lunak yang dapat mengganggu layanan aplikasi yang mengandalkan teknologi enkripsi seperti WhatApp.
“Ini bukan metode teknik khas di mana Pemerintah Tiongkok menyensor sesuatu,” kata dia.
Nadim mengatakan perusahaannya mulai mendeteksi gangguan WhatsApp di Tiongkok pada Rabu.
Terkait pemblokiran ini, Facebook selaku pemilik WhatsApp menolak berkomentar tentang diblokirnya aplikasi perpesanan ini di Tiongkok.
Seorang pakar komunikasi internet dari Chinese University Tiongkok, Lokman Tsui, mengatakan aplikasi ini terganggu mulai Minggu, 24 September 2017. Penyensoran yang dilakukan otoritas Tiongkok ini mendorong masyarakat agar berkomunikasi menggunakan aplikasi perpesanan yang dapat dipantau seperti WeChat dan Tencent.
Sementara Peneliti Senior Keamanan Internasional dari RAND Corporation, Timothy Heath menilai pemerintah China tak cuka dengan langkah WhatsApp yang menggunakan sistem enkripsi yang terlalu kuat.
"Pemerintah China ingin memantau komunikasi internet, karenanya mereka berusaha untuk mengarahkan masyarakatnya menggunakan teknologi yang dapat diakses dan diawasi pemerintah," katanya seperti dikutip dari laman money.cnn.com
Pemblokiran WhatsApp menimbulkan kecemasan yang besar di kalangan pengguna media sosial Tiongkok. Seorang pengguna jejaring sosial mengeluh kehilangan kontak dengan klien.
“(Saya) dipaksa kembali ke usia telepon dan email untuk bekerja sekarang," demikian keluhan salah satu pengguna Weibo, aplikasi media sosial semacam Twitter.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia